Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Said Didu Sebut Erick Thohir akan Panen Proyek Tol Mangkrak di 2021

Ini disebabkan banyaknya proyek yang tidak berjalan akibat penyertaan modal negara (PMN) yang tidak tersalurkan ke proyek tol tidak laik

Said Didu Sebut Erick Thohir akan Panen Proyek Tol Mangkrak di 2021
YouTube Indonesia Lawyers Club
Said Didu 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menyebut Menteri BUMN Erick Thohir mesti waspada akan banyak proyek tol mangkrak di 2021.

Hal itu karena saking banyaknya proyek yang tidak berjalan akibat penyertaan modal negara (PMN) yang tidak tersalurkan ke proyek tol tidak laik secara ekonomi.

"Kalau tidak ada PMN akhirnya BUMN konstruksi ini terpaksa utang.

Dan kalau utang dengan bunga 11-12 persen, saya yakin betul karena net margin jasa konstruksi hanya 4 persen, bisa dipastikan akan rugi akibat net margin yang sangat rendah," tutur Said Didu dalam webinar, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Cara BUMN Pupuk Genjot Produktivitas Pertanian

BUMN karya hanya mengejar dua keuntungan di pelaksanaan konstruksi dan pengelolaan infrastruktur yang dijalani.

"Pak Erick Thohir ini panen proyek mangkrak karena saya sudah perkirakan 2018-2019, tanpa PMN di 2021 pasti proyek-proyek tersebut mangkrak.

Kenapa 2021? karena proyek ekonomis itu sudah selesai," tambahnya.

Said Didu menegaskan setelah proyek itu selesai kemudian akan muncul beban operasional, beban bayar utang, dan beban penyusutan.

Baca juga: Ini Jurus Waskita Beton Genjot Pertumbuhan Kinerja

Sementara revenue dari awal sudah dinyatakan tidak laik, hal ini kemudian yang menjadi menggunungnya utang BUMN konstruksi.

Diketahui, kinerja BUMN karya memburuk selama tahun lalu seperti yang dialami PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan nilai kerugian sebesar Rp 7,37 triliun di 2020. 

Angka itu memburuk dibandingkan 2019 yang masih mencatatkan laba bersih senilai Rp 938,14 miliar.

Hal ini dikarenakan pendapatan usaha turun sebesar 48 persen ke posisi Rp 16,19 triliun.
 

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas