Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kabar dari AS Bisa Dorong Penguatan IHSG Pekan Ini

Hans Kwee mengatakan, kabar baik dari Amerika Serikat (AS) bisa mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini.

Kabar dari AS Bisa Dorong Penguatan IHSG Pekan Ini
Tribunnews/Irwan Rismawan
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat pasar modal Hans Kwee mengatakan, kabar baik dari Amerika Serikat (AS) bisa mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini.

IHSG diperkirakan berpeluang konsolidasi menguat di pekan ini dengan support 5.944 sampai 6.000 dan resistance di level 6.150 sampai 6.230.

"Pergerakan Indeks global akan di pengaruhi oleh laporan keuangan yang mulai keluar," ujar dia mengutip risetnya, Senin (12/4/2021).

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat di Awal Pekan

Menurutnya, tren naik di bursa Negeri Paman Sam, diikuti yield AS Treasury stabil, dan dukungan kebijakan bunga longgar The Fed serta index VIX yang rendah membuka peluang pasar ekuitas melanjutkan kenaikan pekan ini.

"Namun, gelombang ke-3 pandemi Covid-19 dan masalah vaksin AstraZenca menjadi katalis negatif pelaku pasar," kata Hans.

Sementara, International Monetary Fund (IMF) melakukan revisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2021, dari proyeksi Januari di level 4,8 persen menjadi 4,3 persen.

Lalu untuk 2022, PDB Indonesia diperkirakan tumbuh 5,8 persen, lebih tinggi bila dibandingkan rerata pertumbuhan ekonomi global.

Prediksi pertumbuhan menggunakan asumsi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu dan Indonesia saat ini di peringkat 8 negara yang melakukan vaksin tercepat.

Hans menambahkan, pemerintah juga memberikan guyuran stimulus, seperti bantuan sosial kepada masyarakat dan memberi insentif dunia usaha seperti perpajakan.

Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan dengan bantuan dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, maupun Lembaga Penjamin Simpanan akan membawa perekonomian Indonesia di 2021 tumbuh di kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen.

"Untuk kuartal I 2021, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa estimasi PDB berada di minus 0,5 persen. Hal ini terjadi akibat PPKM dan pemulihan ekonomi yang lebih lamban dari perkiraan," pungkas Hans.

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas