Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Garuda Indonesia Merugi

Erick Thohir Mau Pangkas Jumlah Komisaris Garuda, Ini Sosok yang Tepat Bagi Pengamat

Toto Pranoto memuji langkah yang akan diambil oleh Menteri Erick terkait pemangkasan jumlah Komisaris garuda indonesia

Erick Thohir Mau Pangkas Jumlah Komisaris Garuda, Ini Sosok yang Tepat Bagi Pengamat
Istimewa
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, berencana untuk memangkas jumlah anggota Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Menteri Erick berencana, nantinya, total anggota Komisaris di maskapai berkode saham GIAA tersebut hanya tersisa dua atau tiga Komisaris saja.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto memuji langkah yang akan diambil oleh Menteri Erick terkait pemangkasan jumlah Komisaris.

Baca juga: Ada Wacana Pembayaran Gaji Komisaris Garuda Indonesia Dihentikan, Menteri BUMN: Usulan Bagus!

Karena menurut Toto, pada dasarnya fungsi Dewan Komisaris hanya mengawasi kinerja jajaran Direksi.
Sehingga tidak diperlukan jumlah yang berlebih.

“Fungsi Dewan Komisaris itu mengawasi kinerja Direksi BUMN. Jadi tugasnya monitoring , bukan eksekusi kebijakan. Maka tidak dibutuhkan jumlah komisaris yang berlebihan di BUMN,” ujarnya saat dihubungi Tribunnews, Kamis (3/6/2021).

Meski hanya mengawasi, lanjut Toto, Dewan Komisaris harus memiliki kemampuan penunjang agar pekerjaannya dapat berjalan dengan efektif.

Beberapa hal yang harus dikuasai adalah kemampuan audit serta kemampuan untuk memantau risiko.

Terkait figur atau sosok yang cocok untuk mengisi jabatan Komisaris Garuda Indonesia, Toto mengungkapkan, harus seseorang yang memiliki kompetensi dan akses di sektor keuangan.

Tak hanya itu, figur yang berpengalaman dalam menangani restrukturisasi korporasi secara radikal, juga sangat dibutuhkan untuk Garuda Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas