Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menteri Trenggono Ajak Pemda dan Masyarakat Jaga Kebersihan Hutan Mangrove

Sakti Wahyu Trenggono mengajak Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan hutan mangrove dari sampah.

Menteri Trenggono Ajak Pemda dan Masyarakat Jaga Kebersihan Hutan Mangrove
dok Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meresmikan Apar Mangrove Park, di Desa Apar, Pariaman, Kamis (3/6/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan hutan mangrove dari sampah.

“Soal sampah, saya mengajak segala kalangan baik dari Pemerintah maupun dari masyarakat setempat serta pengunjung untuk sama-sama menjaga hutan mangrove agar selalu bersih dari sampah,” ajak Menteri Trenggono saat peresmian Apar Mangrove Park, di Desa Apar, Pariaman, Kamis (3/6/2021).

Menurutnya, pemerintah daerah Pariaman harus menyediakan tempat sampah sebagai upaya konkret menjaga kebersihan.

Baca juga: Potensi Tuna Besar, Menteri Trenggono Minta Aktivitas Usaha di PPS Bungus Ditingkatkan

“Mangrove ini adalah kehidupan. Kalau mangrove ini dapat kita jaga dengan baik, maka semakin baik pula nilai ekonominya," tuturnya.

Menteri KP menilai mangrove tidak hanya pelindung ekosistem tapi juga dapat berkembang dari segi potensi pariwisatanya sehingga kesejahteraan masyarakat desa meningkat.

Baca juga: Pemerintah dan DPR Bahas RUU Landas Kontinen, Menteri Trenggono: Ini Demi Kedaulatan

Pengembangan hutan mangrove tersebut merupakan salah satu bukti komitmen KKP dalam membangun sektor kelautan dan perikanan sesuai dengan prinsip Ekonomi Biru, salah satunya adalah keberlanjutan ekologi.

Sebagai informasi, Apar Mangrove Park yang memiliki luas 10,62 hektare tersebut awalnya merupakan tanah kosong yang tidak produktif.

Pada akhirnya pada tahun 2010 Pemerintah Daerah dan juga masyarakat desa setempat melalui kelompok-kelompok Penggerak Masyarakat Konservasi menanam 50.000 mangrove di lokasi tersebut.

Pada tahun 2020, KKP melalui BPSPL Padang melakukan pembangunan trekking Apar Mangrove Park.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas