Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengusaha Hotel Bidik Anak Sekolah Belajar Online dari Bali

Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) membidik anak sekolah di wilayah Jabodetabek untuk melaksanakan kegiatan belajar dari Bali.

Pengusaha Hotel Bidik Anak Sekolah Belajar Online dari Bali
KOMPAS IMAGES
Hariyadi Sukamdani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) membidik anak sekolah di wilayah Jabodetabek untuk melaksanakan kegiatan belajar dari Bali.

Hal tersebut dilakukan untuk menggenjot okupansi hotel maupun tempat penginapan di Bali, yang saat ini anjlok tertekan pandemi Covid-19.

Baca juga: PHRI: Work from Bali Tak Akan Bawa Dampak Besar Terhadap Okupansi Kamar Hotel

"Kami sedang matangkan program untuk school from Bali (sekolah dari Bali), karena kita tidak tahu belajar online sampai kapan ini," kata Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani saat dihubungi, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, program ini nantinya ditawarkan ke sekolah-sekolah di wilayah Jabodetabek, agar para siswa maupun guru tidak jenuh belajar online yang sudah berlangsung satu tahun.

Baca juga: Bamsoet: Pemegang Kartu Anggota IMI Dapat Diskon Khusus Hotel dan Restoran PHRI Seluruh Indonesia

"Di Bali juga lebih aman, mereka yang dari Jakarta pasti di swab dulu sebelum berangkat. Kemudian di Bali bisa sembari kegiatan ektra kulikuler yang beragam, misalnya belajar tari Bali, melukis, kalau hobinya sport bisa ambil sertifikat menyelam, dan lainnya," paparnya.

Terkait harga program sekolah dari Bali, Hariyadi belum dapat memaparkannya karena masih dalam pembahasan PHRI.

"Sedang dibicarakan untuk memberikan harga yang menarik. Nantinya kami jajaki ke sekolah-sekolah di Jakarta," ucapnya.

Di sisi lain, Hariyadi menyebut okupansi hotel di Bali saat pandemi Covid-19 sangat tertekan, bahkan di wilayah Ubud di bawah 10 persen.

"Okupansi tergantung daerah, Ubud itu bisa satu digit, kalau Badung masih bisa di atas 10 persen, bisa 15 persen. Jadi cukup berat," kata Hariyadi.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas