Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Provinsi Aceh Disebut Sokong 8 Persen Pangsa Pasar Syariah Nasional

Bank Syariah Indonesia meyakini keberadaan ekonomi syariah menjadi salah satu pendorong pemulihan ekonomi nasional.

Provinsi Aceh Disebut Sokong 8 Persen Pangsa Pasar Syariah Nasional
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengunjung mendapat penjelasan produk jasa bank syariah dari petugas di salah satu stan bank syariah pada pameran produk dan jasa perbankan syariah Expo iB Vaganza Bandung 2018, di Bandung Electronic Center, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Jumat (20/4/2018). Acara yang diselenggarakan mulai Jumat hingga Minggu (20-22/4/2018) itu, diharapkan bisa meningkatkan outreach nasabah baru perbankan syariah serta mendorong pembiayaan kepada sektor ekomomi potensial khususnya di wilayah Jawa Barat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Syariah Indonesia meyakini keberadaan ekonomi syariah menjadi salah satu pendorong pemulihan ekonomi nasional.

Hal ini ditunjang oleh integrasi aspek komersial dan sosial yang diterapkan oleh Bank Syariah dan menjadi model dalam membangun resiliensi ekonomi berbasis ekosistem halal.

Baca juga: KPK Panggil Direktur Utama PT Asuransi Jasindo Syariah Saparudin

Chief of Economist Bank Syariah Indonesia, Banjaran Surya Indrastomo mengatakan, perbankan syariah di Aceh memiliki share 8 persen terhadap total nilai industri perbankan syariah nasional.

Data yang disebutkan Banjaran, merujuk pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2021.

Baca juga: Sempat Kabur, Kejagung Akhirnya Tangkap Tersangka Kasus Bank Syariah di Sidoarjo

"Untuk Aceh sendiri aset perbankan syariah mencapai Rp 48,90 triliun (share 8,08 persen), dana pihak ketiga Rp 36,25 triliun (share 7,67 persen) dan pembiayaan Rp 29,65 triliun (share 7,48 persen)," ucapnya dalam keterangan yang diperoleh, Rabu (16/6/2021).

Adapun sektor unggulan di wilayah Aceh meliputi pertanian, perburuan, kehutanan, dan perikanan.

Beberapa sektor unggulan lainnya adalah pengadaan listrik, gas, air, pengolahan sampah, limbah, dan daur ulang.

Banjaran menambahkan ekonomi Aceh pada kuartal 2 tahun 2021 ini diperkirakan dapat tumbuh sampai 2,30 persen, sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional.

“Stimulus pemerintah mulai dari PEN, relaksasi PPnBM, DP Pembiayaan KPR 0 persen, Insentif Pariwisata, serta relaksasi restrukturisasi nasabah terdampak covid-19 menjadi driving faktor pertumbuhan ekonomi di Aceh,” pungkasnya.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas