Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pupuk Indonesia Gandeng Genting Oil Kasuri Penuhi Kebutuhan Gas Bumi

Pupuk Indonesia menggandeng Genting Oil Kasuri dalam pemenuhan gas bumi dari Blok Kasuri untuk pabrik amoniak-urea dan methanol di Papua

Pupuk Indonesia Gandeng Genting Oil Kasuri Penuhi Kebutuhan Gas Bumi
dok Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL) sepakat menandatangani Nota Kesepahaman untuk jual beli gas bumi dari Blok Kasuri untuk pabrik Amoniak-Urea dan Methanol di Papua Barat. Adapun volume pasokan gas tersebut berkisar 112,6 MMSCFD untuk pabrik amoniak-urea, dan 109,3 MMSCFD untuk pabrik methanol. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) menggandeng Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL) dalam pemenuhan gas bumi dari Blok Kasuri untuk pabrik amoniak-urea dan methanol di Papua Barat.

Adapun volume pasokan gas yang penuhi yaitu berkisar 112,6 MMSCFD untuk pabrik amoniak-urea, dan 109,3 MMSCFD untuk pabrik methanol.

Baca juga: 11 BUMN Klaster Pangan dan Pupuk Kolaborasi Riset dan Pengembangan Talenta

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan, adanya penanandatanganan MoU jual beli gas bumi tersebut, maka perseroan mendapat jaminan pasokan gas untuk kebutuhan dua pabrik.

Selain itu, pasokan gas bumi juga untuk kebutuhan pabrik pupuk Pusri 3B, serta pabrik eksisting.

Menurutnya, proyek pendirian pabrik amoniak-urea dan methanol di Papua Barat, nantinya memiliki kapasitas produksi pupuk urea sebesar 1,15 juta ton dan methanol sebesar 1 juta ton.

Baca juga: Pupuk Indonesia Salurkan 8,4 juta Ton Pupuk Bersubsidi Sepanjang 2020

“Proyek ini nantinya akan dijalankan oleh anak perusahaan kami, PT Pupuk Kaltim," kata Bakir, Kamis (17/6/2021).

Ia menyakini, pembangunan proyek tersebut bukan hanya akan menambah kapasitas produksi pupuk nasional, tapi juga mengurangi ketergantungan impor methanol di Indonesia.

Lebih lanjut Bakir mengatakan, kerja sama perseroan dengan GOKPL, sangat penting bagi rencana pembangunan proyek pusri 3B, yang akan memperkuat pasokan pupuk domestik dalam rangka program ketahanan pangan nasional.

Pabrik Pusri 3B sendiri direncanakan akan dibangun dengan kapasitas produksi urea 900 ribu ton per tahun.

"Gas bumi adalah komponen yang sangat penting bagi industri pupuk. Oleh karena itu, kepastian pasokan dan ketersediannya sangat menentukan keberlanjutan dan pengembangan perusahaan kami,” papar Bakir.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas