Tribun Bisnis

Legislator PAN : Pembayaran Utang Negara Lampaui Rekomendasi IMF, Potensi Usik Anggaran Pendidikan

PAN nilai pembayaran utang negara yang melampaui rekomendasi IMF dapat berpotensi mengusik penyediaan anggaran pendidikan di tanah air.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Theresia Felisiani
Legislator PAN : Pembayaran Utang Negara Lampaui Rekomendasi IMF, Potensi Usik Anggaran Pendidikan
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Anggota DPR RI Fraksi PAN Zainuddin Maliki 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN Zainuddin Maliki menilai pembayaran utang negara yang melampaui rekomendasi IMF dapat berpotensi mengusik penyediaan anggaran pendidikan di Tanah Air. 

Zainuddin mengatakan pagu indikatif anggaran pendidikan 2022 Rp73,08 triliun turun angkanya dari Rp 81,5 triliun pada pagu 2021.

"Ada korelasi atau tidak dengan tren penurunan kemampuan pemerintah membayar utang dan bunga utang, yang pasti pagu indikatif yang disodorkan Kementerian Keuangan kepada Kemendikbudristek turun lebih dari Rp 8 triliun," ujar Zainuddin Maliki, kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Permintaan Isi Ulang Gas Oksigen untuk Covid-19 Meningkat, Kemenperin Jamin Tak Ada Kelangkaan

"Menyadari pentingnya pendidikan di tengah ancaman generation loss, kami berada di belakang Kemendikbudristek untuk mengajukan tambahan Rp 20,16 triliun guna menutup kebutuhan anggaran tahun 2022," tegasnya. 

"Tetapi kami pesimis dengan kemampuan penyediaan anggaran pemerintah yang tengah dibelit utang yang sudah melebihi rekomendasi IMF," tambahnya lagi.

Sebagaimana dinyatakan Ketua BPK Agung Firman Sampurna dalam rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/6), bahwa trend peningkatan jumlah utang menimbulkan kekhawatiran penurunan kemampuan pemerintah dalam membayar utang dan bunga utang yang biayanya telah melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan penerimaan negara.

Baca juga: Bupati Lebak Positif Covid-19, Pendopo dan 4 Kantor Dinas Ditutup Sementara untuk Sterilisasi

Data BPK menyebutkan hingga akhir Desember 2020, total utang pemerintah sudah mencapai Rp 6.074,56 triliun, yang berarti naik cukup tajam dibanding akhir tahun 2019 yang berada diangka Rp 4.778 triliun. 

"Luar biasa dalam satu tahun itu utang pemerintah bertambah Rp 1.296,56 triliun sehingga melebihi rekomendasi IMF," ungkap legislator asal Dapil Jatim X Gresik-Lamongan itu.

Sebagaimana diketahui, IMF maupun International Debt Relief (IDR) memberi rekomendasi rasio debt service terhadap penerimaan sebesar 46,77 persen yang berarti utang luar negeri Indonesia melampaui batas 25-35 persen. 

Sementara itu rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan sebesar 19,06 persen telah melampaui dari rekomendasi IDR 4,6-6,8 persen.

  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas