Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Tes dan Pelacakan Covid-19 di Daerah Padat Penduduk Berlaku Mulai Besok

pemerintah akan melakukan peningkatan testing, tracing atau pelacakan, dan perbanyak pusat-pusat isolasi, terutama di daerah padat penduduk.

Tes dan Pelacakan Covid-19 di Daerah Padat Penduduk Berlaku Mulai Besok
screenshot
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah dalam waktu dekat atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan peningkatan testing, tracing atau pelacakan, dan perbanyak pusat-pusat isolasi, terutama di daerah padat penduduk.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, tes dan pelacakan sebaran virus Covid-19 secara masif di daerah padat penduduk berlaku mulai besok atau lusa.

Baca juga: Terungkap Asal Usul Virus Corona Varian Delta Masuk Provinsi Sulawesi Selatan

"Kita lakukan dalam 1 atau 2 hari ini secara masif, sehingga nanti pelonggaran (PPKM) tanggal 26 (Juli 2021) kalau semua berjalan baik yang kita tekankan testing, tracing, dan vaksinasi," ujarnya saat konferensi pers, Rabu (21/7/2021).

Selanjutnya, Luhut menjelaskan, finalisasi aturan teknis soal pelaksanaan tes dan pelacakan tersebut dilakukan malam ini juga.

Baca juga: Pemerintah Tak Lagi Pakai Istilah PPKM Darurat, Begini Penjelasan Menko Luhut

"Jadi, nanti jam 7.45 ini kami akan finalkan itu. Bagaimana kita akan langsung testing dan tracing di perumahan-perumahan padat penduduk," katanya.

Adapun, Luhut menambahkan, pemerintah menyasar wilayah aglomerasi yakni Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Solo, Semarang, dan Malang.

Baca juga: Luhut Optimistis Penyaluran Bansos Ke Depan akan Sangat Baik

"Nah itu begitu kita lakukan testing, kalau ada yang positif langsung dibawa ke karantina. Di karantina perawatan ada, obat ada, dokter ada, segala macam, sehingga tingkat memburuk diperkecil," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas