Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sulit Capai Target 23 Persen di 2025, Bauran EBT Diprediksi 14,6 Persen Pada 2025

Hingga saat ini Indonesia masih bergantung pada energi fosil, padahal kebutuhan energi di negara ini terus meningkat

Sulit Capai Target 23 Persen di 2025, Bauran EBT Diprediksi 14,6 Persen Pada 2025
Tribunnews/Fitri
Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material BPPT Eniya Listiani Dewi dalam Pekan Inovasi Energi Baru dan Terbarukan Indonesia bertajuk 'Kebijakan EBTKE Di Indonesia', Rabu (28/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia memegang komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca pada 2030 sebesar 29 persen, sesuai dengan Perjanjian Paris (Paris Agreement).

Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta didukung berbagai pihak termasuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah fokus untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Perlu diketahui, hingga saat ini Indonesia masih bergantung pada energi fosil, padahal kebutuhan energi di negara ini terus meningkat.

Hal ini yang menjadi alasan diperlukannya pengembangan EBT untuk menjawab permasalahan lingkungan seperti gas rumah kaca.

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM) BPPT, Eniya Listiani Dewi mengatakan bahwa dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), bauran EBT secara nasional ditargetkan 23 persen pada 2025, lalu 31 persen pada 2050.

Baca juga: Kebutuhan Energi Terus Meningkat, Ini Sederet Inovasi BPPT untuk Pengembangan EBT di Indonesia

Namun melihat kondisi yang ada saat ini, bauran EBT hanya mencapai 13,3 persen pada 2020.

"Sebanyak 23 persen capaian mix dari renewable energy (EBT) ini ditargetkan tahun 2025. Menurut BPPT, dengan perhitungan simulasi dan dengan kondisi existing yang sekarang, kita itu baru mencapai 13,3 persen di tahun 2020," ujar Eniya, dalam webinar BPPT bertajuk 'Kebijakan EBTKE Di Indonesia', Rabu (28/7/2021).

Baca juga: RI Bisa 100 Persen Terapkan Energi Terbarukan di 2050 Jika PLTU Distop Lebih Dini

Sehingga ia menilai cukup sulit untuk mencapai target bauran 23 persen pada 2025, karena prediksi bauran hanya berada pada kisaran 14,6 persen untuk 2025.

Baca juga: Potensi Energi Baru Terbarukan Indonesia Capai 417 GW, Tapi Baru Dimanfaatkan 2,5 Persen

"Prediksi di 2025 itu 14,6 persen, bahkan sampai 2030 kita berharap sampai naik ke 16 persen saja," papar Eniya.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas