Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pengamat: Masuk Fortune 500, Bukti Pertamina Bisa Ekspansi di Masa Pandemi

Pertamina, kata Mamit, mampu melakukan terobosan dan inovasi di semua lini bisnis mereka dan berbuah manis

Pengamat: Masuk Fortune 500, Bukti Pertamina Bisa Ekspansi di Masa Pandemi
Istimewa
PT Pertamina (Persero) tahun ini kembali mencatatkan namanya sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 500 perusahaan papan atas dunia atau Fortune Global 500. 

"Ketersediaan dan pemerataan energi harus tetap dijalankan oleh Pertamina seoptimal mungkin. Dengan dukuangan dari semua pihak, target untuk menjadi world class company bukan menjadi hal sulit untuk di capai," jelas dia.

Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke 500 papan atas dunia. BUMN ini mampu meraih pendapatan konsolidasi 2020 41,47 miliar dolar AS, kontribusi pada penerimaan negara 2020 Rp 199,8 triliun, operasi global sebanyak 45 wilayah.

Kemudian, Pertamina mampu menyalurkan energi melalui 6.800 SPBU lebih, 1.088 Pertashop dan 500 ribu jaringan gas rumah tangga.

Pertamina saat ini juga mengoperasikan lebih dari 100 terminal BBM dan LPG, 750 kapal, memproduksi migas 863 MBOEPD dan mengelola 7 kilang nasional serta memiliki kapasitas 1.885.66 MW NRE (Panas Bumi, PLTS, PLTGB).

Capaian itu, menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati merupakan capaian atas inovasi dan terobosan bisnis yang dilakukan Pertamina selama ini.

"Ini merupakan pengakuan dunia internasional bahwa Pertamina sejajar dengan world class company lainnya," kata Nicke 

Meski pihaknya mengalami triple shock yang menyebabkan pendapatan menurun signifikan akibat dampak pandemi Covid-19, tetapi inovasi dan terobosan bisnis yang dilakukan di seluruh lini bisnis serta transformasi organisasi membuat Pertamina mampu meningkatkan pendapatan hingga mencapai 41,47 miliar dolar AS dan mencetak laba 1,05 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Melalui pencapaian kinerja operasional dan keuangan tersebut, kata Nicke, total pendapatan pemerintah tahun lalu yang dikontribusi dari Pertamina hampir mencapai Rp200 triliun.

Pendapatan itu berupa setoran pajak, deviden, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp 126,7 triliun serta penerimaan negara dari minyak mentah dan kondensat bagian negara (MMKBN) dari blok-blok migas Pertamina sebesar Rp73,1 triliun.

Sebagai BUMN, Pertamina konsisten memastikan penyediaan energi untuk negeri melalui berbagai program, di antaranya bahan bakar minyak satu harga, konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas untuk nelayan dan petani, pembangunan jaringan transmisi dan distribusi gas bumi, serta infrastruktur hilir lainnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas