Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pakar IPB : Pemerintah Harus Perhatikan Sektor UMKM

Perpanjangan PPKM level 4 punya pengaruh bagi sumber ekonomi masyarakat terutama sektor atau pegiat usaha mikro kecil menengah (UMKM).

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pakar IPB : Pemerintah Harus Perhatikan Sektor UMKM
Istimewa
Dosen sekaligus Sosiolog Pedesaan Institut Pertanian Bogor (IPB) University Sofyan Sjaf. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dosen sekaligus Sosiolog Pedesaan Institut Pertanian Bogor (IPB) University Sofyan Sjaf turut menyoroti kebijakan pemerintah yang kembali memperpanjang PPKM Level 4.

Dia mengatakan, kebijakan ini sangat memiliki pengaruh bagi sumber ekonomi masyarakat terutama sektor atau pegiat usaha mikro kecil menengah (UMKM).

"Jelas PPKM ini sangat terpengaruh dengan income (pendapatan) di masyarakat kita yang notabene adalah UMKM," kata Sofyan dalam keterangannya, Selasa (2/8/2021).

Baca juga: Berikut Aturan PPKM Level 4 di Wilayah Sumatera, Sulawesi hingga Papua Mulai 3-9 Agustus 2021

Menurut dia, perpanjangan PPKM itu menjadi sulit bagi masyarakat yang bergerak di UMKM untuk meningkatkan roda ekonomi mereka. 

Sebab, katanya, para pegiat UMKM menjadi terbatas dalan memasarkan barang jualanya mengingat harus mengikuti aturan dari pemerintah.

"UMKM yang mendagangkan barangnya di pasar kemudian di tempat-tempat tertentu, tetapi sekarang pembatasan skala itu menjadi penting," ungkapnya.

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Polisi: STRP Tetap Jadi Syarat Melintas Pos Penyekatan

Pria yang menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IPB itu, juga meyakini kebijakan ini menciptakan keluh kesah bagi sebagian besar pegiat UMKM.

Lantaran kata dia, pendapatan mereka pasti terus menurun, dikarenakan adanya pembatasan operasional serta pelanggan.

"Yang tadinya omzetnya bisa Rp10 juta, sekarang turun, bahkan tidak ada setengahnya," ucapnya.

Sehingga, kata dia, banyak masyarakat yang melayangkan kritik kepada pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas