Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Perombakan Dewan Direksi Garuda

Yenny Wahid Sarankan Garuda Indonesia Perkuat Sistem IT Agar Hemat Operasional

Zannuba Ariffah Chafsoh atau dikenal Yenny Wahid menyarankan penguatan sistem IT untuk menekan pengeluaran biaya operasional.

Yenny Wahid Sarankan Garuda Indonesia Perkuat Sistem IT Agar Hemat Operasional
Istimewa
Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Zannuba Ariffah Chafsoh atau dikenal Yenny Wahid menyarankan penguatan sistem IT untuk menekan pengeluaran biaya operasional. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Zannuba Ariffah Chafsoh atau dikenal Yenny Wahid menyarankan penguatan sistem IT untuk menekan pengeluaran biaya operasional.

"Saya mendorong migrasi sistem IT di Garuda. Supaya sistemnya lebih baik dan biayanya menjadi murah," kata Yenny dalam akun Youtubenya, dikutip Sabtu (14/8/2021).

Baca juga: Garuda Disebut Punya Komorbid, Yenny Wahid: Setiap Bulan Utang Garuda Bertambah Rp 1 Triliun

Menurutnya, penguatan sistem IT akan membuat Garuda bisa menghemat pengeluaran Rp 1 triliun setiap tahunnya.

Langkah efisiensi itu tujuannya agar maskapai BUMN tetap bisa bertahan di tengah hantaman pandemi Covid-19.

Baca juga: Sambut HUT Ke-76 RI, Korps Brimob Polri Vaksinasi Anak Berkebutuhan Khusus

Yenny menjelaskan upaya restrukturisasi utang terus dilakukan, namun hal tersebut tidaklah mudah.

"Sejak pandemi, utangnya tambah lagi. Setiap bulan, bahkan ada penambahan utang Rp1 triliun seiring dengan penundaan pembayaran dan minusnya pendapatan Garuda setiap bulan," tuturnya.

Yenny menyampaikan bahwa pendapatan Garuda pada Mei 2021 mengalami minus 60 juta dolar atau setara Rp 860 miliar.

"Saat bersamaan, Garuda mesti harus membayar sewa pesawat sebesar 56 juta dolar AS, biaya perawatan pesawat 20 juta dolar AS, avtur 20 juta dolar AS, dan biaya pegawai 20 juta dolar AS," ucapnya.

Anak Presiden RI ke-4 berharap pengunduran dirinya sebagai Komisaris Independen Garuda Indonesia dapat mengurangi beban perseroan.

"Sedih sekali tetapi ini adalah upaya kecil saya untuk membantu Garuda Indonesia agar bisa melakukan efisiensi biaya. Dan menekan biaya-biaya. Saya harap Garuda Indonesia bisa tetap terbang perkasa di langit Indonesia," tukasnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas