Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Digitalisasi Pasar untuk Jawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

Upaya digitalisasi pasar itu sebagai langkah menjawab tantangan revolusi industri 4.0 yang dihadapi pedagang pasar saat ini.

Digitalisasi Pasar untuk Jawab Tantangan Revolusi Industri 4.0
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi pasar tradisional. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan pihak terkait lain mencanangkan digitalisasi pasar.

Upaya itu dilakukan berbarengan dengan peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus.

Upaya digitalisasi pasar itu sebagai langkah menjawab tantangan revolusi industri 4.0 yang dihadapi pedagang pasar saat ini.

Ketua Umum Inkoppas, Yudianto Tri mengatakan digitalisasi Pasar adalah kegiatan pelayanan pedagang pasar dengan menggunakan teknologi digital dan sebagai komplementer dari pola pengelolaan konvensional melalui kelembagaan Koperasi Pedagang Pasar.

Baca juga: Akademisi Aceh: Kominfo Pahami Kesiapan Masyarakat Sebelum Berlakukan Digitalisasi Televisi

"Untuk mendukung pengembangan program digitalisasi kami merealisasikan perkuatan modal untuk pedagang pasar, dengan penyaluran melalui Kopas-Kopas," ujar Yudianto Tri, dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (18/8/2021).

Untuk target awal, kata dia, pilotting di 5 Pasar selanjutnya diperluas ke 35 Koppas.

"Bekerjasama dengan lembaga keuangan disepakati per Koppas akan menerima alokasi 2 miliar sehingga total modal yang digulirkan mencapai Rp 70 miliar," ungkap Yudianto Tri.

Ia menjelaskan untuk pilloting program ini akan dilakukan di Koppas Pondok Labu Jakarta, Koppas Blok A, Koppas Cibubur dan beberapa koppas akan menyusul sesuai dengan credit rating dan credit scoring yang sedang dikerjakan Inkoppas.

"It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent, but the one most adaptable to change," tandas Yudianto Tri.

Baca juga: Digitalisasi Industri Asuransi Permudah Konsumen Memilih Produk Proteksi di Tengah Pandemi

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas