Tribun Bisnis

Jaga Ekosistem Lingkungan, Langkah Chandra Asri Diapresiasi Daerah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengapresiasi upaya PT Chandra Asri Petrochemical Tbk yang menjaga ekosistem lingkungan saat pandemi Covid-19.

Penulis: Sanusi
Editor: Johnson Simanjuntak
Jaga Ekosistem Lingkungan, Langkah Chandra Asri Diapresiasi Daerah
TRIBUNNEWS/LITA FEBRIANI
Pabrik baru polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019). 

Dia menegaskan, program Chandra Asri perlu mendapat banyak dukungan dari banyak orang. Langkah yang dilakukan Chandra Asri sangat baik jika ditiru perusahaan lain.

"Karena pembiayaan lingkungan tidak hanya tergantung pada pemerintah daerah saja tetapi juga perlu didukung oleh perusahaan atau industri," katanya.

Program pembangunan yang bersifat fisik saat pandemi Covid-19 butuh kontribusi swasta. Sebab itu kerja sama antara swasta dengan pemerintah daerah perlu dijaga demi kelestarian lingkungan.

"Jika ada sinergi maka Insyaallah keanekaragaman hayati bisa berjalan. Contohnya seperti yang dibantu oleh Chandra Asri," ucapnya.

Vice President Corporate Relations and Sustainability Chandra Asri Edi Rivai menjelaskan, program jasa lingkungan telah dilakukan perusahaan sejak tahun 2016 untuk menjaga ketersediaan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidanau.

Kemudian, pada tahun 2020 perusahaan membangun dan mengembangkan Taman Keanekaragaman Hayati (KEHATI) melalui skema jasa lingkungan berbasis masyarakat.

Perusahaan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk melibatkan pemerintah Provinsi dan Daerah.  Perusahaan juga menggandeng Rekonvasi Bhumi dan Tenaga Ahli untuk melakukan assessment awal kondisi keanekaragaman Hayati.

Untuk kepentingan pembangunan taman kehati seluas 6,50 hektar tersebut dilakukan pengkayaan tanaman yang didasarkan pada prinsip “local, endemik, langka”. Total ada 540 tanaman yang ditanamam pada 30 blok terdiri dari 18 jenis didasarkan pada Keputusan Bupati di Wilayah Provinsi Banten tentang flora dan fauna khas dari masing-masing kabupaten/kota dan usulan dari ahli burung untuk ketersediaan pakan burung di kawasan tersebut.

"Kami juga merintis penanaman pohon Butun yang bekerjasama dengan komunitas aktivis Insan peduli konservasi alam," katanya.

Di kawasan Pandeglang perusahaan sudah menetapkan target untuk menyemai 15.000 kantong bibit. Dia berharap upaya ini berhasil dalam bentuk konservasi pelestarian lingkungan di Indonesia.

"Bertahap sudah kami serahkan pada bulan Juli lalu semoga tercipta sinergi yang baik demi kepentingan bersama. Perlui ketahui bahwa kami selalu menjaga Planet, People dan Profit atau 3P," paparnya.
 

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas