Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kisah Inspiratif Asli Indonesia

Keterbatasan Fisik Tak Halangi Suwanto Wujudkan Mimpi Bangun Bengkel Modifikasi Motor Roda Tiga

Keterbatasan bukanlah halangan untuk tetap bermimpi dan menginspirasi. Prinsip inilah yang dipegang teguh Suwanto, seorang tuna daksa asal Semarang

Keterbatasan Fisik Tak Halangi Suwanto Wujudkan Mimpi Bangun Bengkel Modifikasi Motor Roda Tiga
YouTube Tribun Jateng
Suwanto, pemilik bengkel khusus motor roda tiga, Compac Motorcycle. 

TRIBUNNEWS.COM – Keterbatasan bukanlah halangan untuk tetap bermimpi dan menginspirasi. Prinsip inilah yang dipegang teguh Suwanto, seorang tuna daksa asal Semarang yang berkarya untuk memberi manfaat bagi banyak orang. Ia berhasil membuat bengkel sepeda motor spesialis roda tiga. 

Bengkel yang ia namai Komunitas Motor Penyandang Cacat (Compac) ini telah menjadi rujukan bagi para kawan difabel yang ingin membuat motor roda tiga. 

Meski tak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang perbengkelan, lewat Compac, ia berhasil membuat ratusan sepeda motor roda tiga. Ia mengakui bahwa dirinya hanya belajar secara otodidak. 

Pada awalnya, Suwanto mencoba berbagai pekerjaan, salah satunya adalah tukang jahit. Untuk mendukung profesinya saat itu, ia sempat mengikuti pelatihan menjahit.

Getol latihan mengantarkan Suwanto bekerja di jasa penjahitan dengan upah sebesar Rp 35 ribu per bulannya. Namun, tak lama, ia tak merasa puas dengan pekerjaan menjahitnya tersebut. 

Pada tahun 2004, ia berhasil mewujudkan cita-citanya memiliki motor. Sebuah motor Kawasaki Binter Joy double yang dikenal sebagai motor bebek pertama Kawasaki di Indonesia kala itu. 

Namun, karena keterbatasannya sebagai seorang difabel, ia belum bisa menggunakan motor idamannya tersebut. 

"Saya belum bisa naik karena masih roda dua," ungkapnya.

Ia pun mencari bengkel yang bersedia untuk membantu dirinya memperbaiki motor tersebut. Namun, banyak bengkel yang menolak lantaran motor yang digunakannya sulit dimodifikasi.

Karena itu, Suwanto berkeinginan untuk menjadi montir. Bukan bengkel biasa, namun, bengkel spesialis kendaraan untuk orang berkebutuhan khusus seperti dirinya.

Halaman
123
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas