Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gelar RUPS, BCA Setujui Rencana Stock Split Saham dengan Rasio 1:5

Bank Central Asia Tbk atau BCA, memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split).

Gelar RUPS, BCA Setujui Rencana Stock Split Saham dengan Rasio 1:5
WARTA KOTA/HO
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split).

Aksi korporasi tersebut telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS- LB) yang diadakan secara elektronik pada Kamis (23/9/2021).

RUPS-LB tersebut memberikan persetujuan atas aksi korporasi stock split dengan rasio 1 : 5 (1 saham yang ada saat ini dipecah menjadi 5 saham baru).

Baca juga: Bank Indonesia: Uang Beredar Agustus 2021 Tercatat Rp 7.198 Triliun

Nilai nominal per saham BBCA (kode saham BCA) saat ini adalah Rp 62,5, sedangkan nilai nominal per saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp 12,5.

Sebagai informasi, harga saham BBCA pada saat tulisan ini dikeluarkan berkisar Rp 32.000 per saham.

Presiden Direktur Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja menuturkan, hal ini dilakukan mencermati perkembangan pasar modal Indonesia serta meningkatnya minat investor ritel untuk berinvestasi di Bursa Efek Indonesia.

Baca juga: Gairahkan Pasar Properti, BCA Tawarkan Bunga KPR 4,5 Persen di Pameran Virtual Ini

‘’Kami melihat bahwa investor ritel termasuk investor muda di pasar modal Indonesia memiliki ketertarikan yang kuat untuk berinvestasi saham BBCA,” ucap Jahja, Kamis (23/9/2021).

“Dengan adanya aksi korporasi ini diharapkan harga saham BCA dapat lebih terjangkau oleh investor retail. Aksi korporasi pemecahan saham tersebut dilandasi juga oleh komitmen BCA dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia,’’ sambungnya.

Seperti diketahui, proses stock split mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Setelah mendapat persetujuan pemegang saham melalui RUPS-LB, perseroan akan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memproses stock split yang diperkirakan akan selesai pada bulan Oktober 2021.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas