Tribun Bisnis

Buka Apkasi Otonomi Expo 2021, Jokowi Singgung Dunia Global yang Penuh Ketidakpastian

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ekonomi Indonesia harus mulai diaktifkan di tengah dunia global yang sekarang ini penuh ketidakpastian

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Muhammad Zulfikar
Buka Apkasi Otonomi Expo 2021, Jokowi Singgung Dunia Global yang Penuh Ketidakpastian
Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden
Jokowi Sebut Indonesia akan Jadi Negara Ekonomi 4 Besar Dunia, Minta BUMN Berikan Profesionalisme Kerjanya (Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden) Jumat, 16/10/2021 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ekonomi Indonesia harus mulai diaktifkan di tengah dunia global yang sekarang ini penuh ketidakpastian dan banyak masalah yang kompleks. Menurutnya perlu sikap waspada dan siaga di tengah kondisi tersebut.

Hal itu disampaikan Presiden dalam sambutannya saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, (20/10/2021).

"Selalu siaga menghadapi semua hal yang tidak pasti karena dunia global sekarang ini penuh keragu-raguan, penuh ketidakpastian, penuh dengan kompleksitas masalah yang sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi," kata Jokowi.

Kepala Negara mencontohkan krisis energi yang terjadi di sejumlah negara. Kondisi tersebut terjadi di luar dugaan. Indonesia kata Presiden, terbantu karena naiknya harga sejumlah komoditas. 

"Kita diuntungkan karena harga komoditas naik, saya kira daerah yang memiliki kelapa sawit, batubara, nikel, atau tembaga semua seneng, karena ekonomi di daerah penghasil  komoditas itu akan merangkak naik, InsyaAllah akan merangkak naik," katanya.

Baca juga: Resmikan Apkasi Otonomi Expo 2021, Jokowi Minta Daerah Manfaatkan Peluang Ekspor

Oleh karenanya untuk meningkat komoditas yang ada di Indonesia, kata Presiden perlu adanya kerjasama yang kuat. Dengan seperti itu maka, ekspor Indonesia akan semakin kuat dan luas.

"Namun, jangan lupa sekali lagi pasar dalam negeri yang sangat potensial yang sangat besar karena jumlah penduduk kita 270 juta dan kelas menengah bertumbuh sangat pesat, ini yang harus menjadi peluang untuk memperkuat industri dalam negeri kita," katanya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas