Tribun Bisnis

Sandiaga: Dulu Pariwisata RI Hanya Bersandar kepada Bali, Sekarang Punya 10 Destinasi Prioritas

Sandiaga Uno mengatakan, dahulu sektor pariwisata Indonesia hanya bergantung kepada destinasi Pulau Dewata, alias Bali.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
Sandiaga: Dulu Pariwisata RI Hanya Bersandar kepada Bali, Sekarang Punya 10 Destinasi Prioritas
wonderfulimage.id
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Wisata Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, dahulu sektor pariwisata Indonesia hanya bergantung kepada destinasi Pulau Dewata, alias Bali.

Namun, seiring berjalannya waktu dan melihat potensi pariwisata Indonesia yang sangat besar, Pemerintah telah menetapkan 10 destinasi wisata baru, yaitu 10 Destinasi Pariwisata Prioritas atau kerap disebut 10 Bali Baru.

Baca juga: Bamsoet: Tiket Mandalika Sudah Bisa Dipesan, Bakal Dihadiri 25.000 Penonton

"Pariwisata dan ekonomi Indonesia dulunya bersandar kepada kekuatan Bali. Tapi sekarang kita punya 10 destinasi pariwisata prioritas. Dan 5 destinasi wisata super prioritas," ucap Menteri Sandiaga dalam diskusi virtual yang berjudul Merebut Potensi Besar di Pasifik Melalui Pacific Exposition 2021, Jumat (22/10/2021).

Sebagai informasi, 10 Bali Baru merupakan program pemerintah untuk mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas untuk mendongkrak pemerataan pariwisata Indonesia.

Pengembangan 10 Bali Baru juga diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja di 10 destinasi wisata prioritas.

Baca juga: Pacific Exposition 2021 Jadi Peluang Kebangkitan Pariwisata dan Produk Ekonomi Kreatif Indonesia 

10 destinasi yang dimaksud terdiri dari Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Pulau Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), Danau Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Borobudur (Jawa Tengah), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Bromo (Jawa Timur), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Namun untuk saat ini, lanjut Sandi, seluruh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sedang terdampak pukulan pandemi Covid-19.

Maka dari itu pihaknya bersama Kementerian terkait sedang mengupayakan pemulihan.

Seperti percepatan program vaksinasi bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, Kemenparekraf juga melakukan pemulihan melalui 5 poin utama.

Yaitu pemulihan dan perluasan pasar industri parekraf, inovasi produk dan jasa, peningkatan kapasitas SDM, revitalisasi destinasi pariwisata dan infrastruktur ekraf, serta peningkatan resiliensi dan daya saing usaha.

"Target pariwisata 2021 akan ada peningkatan sedikit. Namun, yang kita fokus adalah kontribusi terhadap GDP dan juga lapangan pekerjaan," ujar Sandi.

"Seperti diketahui bersama, kondisi parekraf dalam kondisi prihatin dengan wisman yang turun drastis," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas