Tribun Bisnis

Gandeng PGN, PIK 2 Manfaatkan Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Komersial

Pihaknya meyakini pemanfaatan gas bumi meningkatkan keamanan dan mengurangi resiko kebakaran bagi para penghuni kawasan.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Malvyandie Haryadi
Gandeng PGN, PIK 2 Manfaatkan Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Komersial
istimewa
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT. Karunia Indo Sejahtera (bagian dari Agung Sedayu Group) menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada Rabu (27/10/2021).

Estate Management Director Agung Sedayu Group Restu Mahesa mengatakan kerjasama ini dalam rangka pemanfaatan gas bumi untuk kawasan rumah tangga dan komersial di area Pantai Indah Kapuk (PIK).

“Ke depannya diharapkan kerjasama ini akan menjadikan kawasan PIK2, Pantai Kita, dan Pantai Maju menjadi properti yang semakin sustainable dan ramah lingkungan (Go Green),” ujar Restu.

Menurutnya, keunggulan yang dapat dinikmati oleh penghuni perumahan dan pelaku usaha atau tenant yang berada di area komersial di kawasan PIK2, salah satunya di Pasir Putih Residences.

Baca juga: PGN dan BUMD Migas Jabar Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi

Pihaknya meyakini pemanfaatan gas bumi meningkatkan keamanan dan mengurangi resiko kebakaran bagi para penghuni kawasan.

Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz menuturkan distribusi gas bumi di kawasan PIK2 ini menjadi salah satu target PGN untuk memperluas pengembangan jaringan gas (jargas) dan mencapai target 4 juta srt.

“Kami dari PGN sangat berterima kasih sekali dalam usaha untuk menciptakan lifestyle baru yang nanti nya kalau bisa terwujud akan menjadi satu prototype yang menjadi role model kerjasama antara BUMN dalam hal gas dengan pengembang sebesar Agung Sedayu Group,” kata Faris.

Dalam rangka pelaksanaan untuk membangun jargas ini, PGN tidak bisa berjalan sendiri, sehingga PGN berinisiatif untuk menjalin kerjasama dengan developer, salah satunya adalah dengan PT. Karunia Indo Sejahtera.

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia masih menggunakan Fossil Fuel atau bahan bakar minyak (BBM) yang tidak ramah lingkungan merupakan energi yang tidak terbarukan.

Sementara gas, merupakan sumber energi tak terbarukan yang termasuk dalam kategori bersih.

Perencanaan di Indonesia dalam rencana energi nasionalnya nanti akan berpindah dari energi fosil, baik itu BBM maupun gas (tapi gas adalah energi fosil yang bersih) menuju energi baru dan terbarukan. Dalam waktu 30 hingga 40 tahun ke depan.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas