Tribun Bisnis

Jelang 3 Momen Besar, Harga Emas Diprediksi Kembali ‘Mengudara’

Deepavali, Tappering Off dan Window Dressing adalah tiga momen yang paling ditunggu para investor locogold di penghujung tahun ini.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hendra Gunawan
Jelang 3 Momen Besar, Harga Emas Diprediksi Kembali ‘Mengudara’
istimewa
Lisa Usfie, Analis dan Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka–DBS Tower 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deepavali, Tappering Off dan Window Dressing adalah tiga momen yang paling ditunggu para investor locogold di penghujung tahun ini.

Pasalnya harga emas diprediksi bakal melonjak tajam pada tiga momen tersebut.

Demikian Analis yang juga Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka-DBS Tower, Lisa Usfie, Kamis (28/10/2021).

Menurut Lisa Usfie, deepavali yang jatuh pada tanggal 4 November tahun 2021 diramalkan akan mengerek harga emas menuju ke level US$ 1.800/toz.

"Hal ini mengingat permintaan emas yang tetap tinggi menjelang hari raya cahaya meski dalam situasi pandemi," ujarnya.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 930 Ribu per Gram, Berikut Daftar Harga 1 Gram hingga 1 Kilogram

Lisa Usfie mengatakan isu tappering off yang sebelumnya digadang-gadang terjadi pada September lalu namun diundur dengan melihat progress maximum lapangan kerja dan data inflasi Amerika sampai pertengahan tahun depan sempat membuat emas ambrol sampai ke level US$ 1.721/toz.

Tekanan turun kembali terjadi menjelang FOMC meeting 2-3 November 2021 dimulai pada tanggal 25 oktober dengan previous harga US$ 1.813/toz yang tidak di-break dan diprediksikan koreksi sampai ke level support kisaran US$ 1.700/toz - US$ 1.740/toz untuk melesat kembali rebound sampai akhir November 2021 ke level US$ 1.830/toz - US$ 1.860 /toz.

"Aroma kenaikkan harga emas telah dimulai sejak minggu kedua Oktober tahun ini. Dari level harga US$ 1.700/toz, kini emas terus menyundul ke level US$ 1.800/toz," ujar Lisa Usfie.

Baca juga: Harga Emas Antam Rabu, 27 Oktober 2021: Kembali Turun Rp 5.000, Jadi Rp 929.000 per Gram

Dijelaskan bahwa pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang terkoreksi terhadap enam mata uang lain hingga 0,3% lebih dalam beberapa minggu terakhir menjadi salah satu penyebab pula.

"Hingga akhir tahun, harga emas diperkirakan akan menutup diatas level US$ 1.810/toz," ujar Lisa Usfie.

Yang jelas, lanjut dia, di setiap menjelang akhir tahun emas berjangka hampir dipastikan memiliki peluang keuntungan yang tinggi.

"Tahapannya dimulai dari menjelang perayaan diwali, para investor bisa mengambil posisi buy karena harga emas biasanya akan menguat," kata Lisa Usfie.

Kemudian setelah diwali, menuju window dressing emas akan terdorong turun dengan menghijaunya harga saham di pasar keuangan.

"Maka para investor disarankan untuk tetap mengambil posisi buy dan menahan posisi hingga pergantian akhir tahun, emas akan kembali mengudara seiring adanya January Effect di awal tahun dan perayaan Imlek," kata Lisa Usfie.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas