Tribun Bisnis

SKK Migas Dorong Peningkatan Peran Industri Penunjang Jasa dan Barang Dalam Negeri di Hulu Migas

SKK Migas terus menggenjot tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di industri hulu migas

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
SKK Migas Dorong Peningkatan Peran Industri Penunjang Jasa dan Barang Dalam Negeri di Hulu Migas
https://bacaanpagi
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mendorong peningkatan peran industri penunjang jasa dan barang dalam negeri di seluruh pelaksanaan industri hulu migas.

Hal ini perlu dilakukan untuk menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional dan daerah.

"Kehadiran industri hulu migas memberikan multiplier effect yang sesungguhnya. Banyak sekali industri lain dapat terangkat dengan keberadaan industri hulu migas," ujar Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Perusahaan Layanan SKKL Matrix NAP Info Bergabung ke Fasilitas H2 Data Center

Menurutnya, SKK Migas terus menggenjot tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di industri hulu migas, karena saat pandemi menghantam Indonesia, sektor hulu migas menjadi salah satu industri yang tetap beroperasi, dan membawa efek berganda pada industri-industri penunjang lainnya tetap hidup.

Industri-industri tersebut, kata Erwin, seperti industri perhotelan, kesehatan, catering, dan transportasi.

"Di sinilah letak keberadaan hulu migas. Tadinya hanya dilihat dari masalah produksi, lifting. Namun ternyata setelah dijabarkan lebih holistik, dampaknya luar biasa," papar Erwin.

Sektor hulu migas memberikan dampak positif bagi keuangan pemerintah daerah, seiring adanya kewajiban untuk memilih perusahaan daerah di wilayah hulu migas dalam pengadaan barang atau jasa senilai 1 juta dolar AS.

Baca juga: Mitra Binaan SKK Migas Bikin Terobosan Pertanian Digital, Petani Bisa Siram Tanaman Pakai Aplikasi

Bagi daerah, kehadiran industri hulu migas tidak hanya memberikan dampak positif pada pendapatan pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas dan participating interest, tetapi juga pada masyarakat melalui dampak tidak langsung atas beroperasinya suatu wilayah kerja migas.

Nilai kontribusi industri migas bagi sejumlah industri lain pada 2020-2021 mencapai 7,126 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 103 triliun.

Baca juga: Target Minyak 1 Juta Barel Per Hari, SKK Migas: Itu Bisa Terlaksana

Industri lain tersebut yaitu transportasi dengan nilai 470 juta dolar AS dan kandungan TKDN mencapai 78 persen, industri tenaga kerja 442,76 juta dolar AS dengan nilai TKDN sebesar 86 persen, industri perhotelan senilai 129.88 juta dolar AS dengan kandungan TKDN sebesar 92 persen.

Sementara pencapaian industri kesehatan mencapai 20,446 juta dolar AS dengan TKDN 86 persen, disusul dengan industri asuransi senilai 3,821 dolar AS.

Dari keseluruhan kontribusi tersebut, UMKM memiliki peranan aktif terhadap perputaran roda ekonomi sebesar 10,7 persen dengan nilai TKDN 100 persen.

Sampai dengan saat ini, total pengadaan barang dan jasa per 30 September 2021 mencapai 2,6 miliar dolar AS (Rp37 triliun) dengan komitmen TKDN sebesar 58 persen atau di atas target yang ditetapkan pemerintah.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas