Tribun Bisnis

Buat Terowongan di Kawasan Halim, KCIC Gunakan Tunnel Boring Machine 

Metode ini tepat digunakan untuk pengeboran Tunnel #1 yang berada di kawasan kritis, seperti jalan tol dan perkotaan dengan lalu lintas padat

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
Buat Terowongan di Kawasan Halim, KCIC Gunakan Tunnel Boring Machine 
Istimewa
Penggunaan Tunnel Boring Machine (TBM) untuk pengeboran Tunnel #1 sepanjangnya 1.885 meter yang berada di Kawasan Halim, Jakarta.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) saat ini akan mulai memasuki tahapan persiapan operasi. 

Progres kontruksi terus dipercepat, termasuk di dalamnya konstruksi 13 tunnel pada trase KCJB yang sudah tembus hingga 10 terowongan, subgrade dan bridge.  

Pencapaian ini dihasilkan dari penerapan beragam metode dan teknologi, satu di antaranya penggunaan Tunnel Boring Machine (TBM) untuk pengeboran Tunnel #1 sepanjangnya 1.885 meter yang berada di Kawasan Halim, Jakarta. 

“Untuk Tunnel #1, kami menggunakan shield tunneling dengan bantuan TBM sebagai alternatif untuk metode pengeboran di batu dan hand mining konvensional di tanah," kata Presiden Direktur PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, Sabtu (30/10/2021).

Baca juga: Ketahui Syarat Terbaru Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Maupun Lokal di Masa Pandemi Covid-19

Ia menyebut, metode ini sangat tepat digunakan untuk pengeboran Tunnel #1 yang berada di kawasan kritis, seperti jalan tol dan perkotaan dengan lalu lintas yang ramai dan padat penduduk. 

Dengan mengaplikasikan TBM, kata Dwiyana, gangguan terhadap tanah di sekitar lokasi pengeboran dapat diminimalisir. 

"Keuntungan penggunaan TBM adalah membatasi gangguan ke tanah sekitarnya dan menghasilkan dinding terowongan yang mulus. Ini secara signifikan mengurangi biaya pelapisan terowongan, dan membuatnya cocok untuk digunakan di daerah perkotaan yang padat," paparnya. 

Menurutnya, TBM yang digunakan pada Tunnel #1 merupakan TBM terbesar di Asia Tenggara, di mana mesin ini memiliki diameter 13,9 meter dengan panjang hingga 103,5 meter. 

Selain TBM, proses pengerjaan konstruksi 12 terowongan lainnya pada trase KCJB lainnya juga menggunakan teknologi seperti New Austrian Tunneling Method (NATM) atau Sequential Tunneling Method (STM) yang menggunakan shotcrete dan rock bolt sebagai penyangga sebelum diberi lapisan concrete atau beton. 

"Selain Tunnel #1, kami menggunakan metode NATM yang sudah dikenal dunia sebagai terobosan yang baik di dunia konstruksi terowongan," tutur Dwiyana.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas