Tribun Bisnis

Proyek KCJB Dinilai Bisa Tingkatkan Daya Tarik Investasi di Karawang

Pemkab Karawang, Jawa Barat menyambut baik terus digelarnya proyek pembangunan berorientasi kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Editor: Hendra Gunawan
Proyek KCJB Dinilai Bisa Tingkatkan Daya Tarik Investasi di Karawang
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas meninjau kedatangan sejumlah rel sepanjang 50 meter di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Depo Kereta Cepat Tegalluar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/4/2021). Batang rel ini memiliki standar UIC 60 atau R60 yang artinya memiliki berat 60 kg per satu meter, yang akan menjadikan lintasan kereta cepat minim sambungan sehingga mendukung peningkatan keamanan dari perjalanan KCJB. Total ada sebanyak 12.539 batang rel kereta yang akan diangkut, didatangkan langsung dari Cina menuju Pelabuhan Tanjung Intan Selatan Cilacap, diangkut menggunakan kereta angkutan ke Stasiun Rancaekek. Setelah itu rel dibongkar di Depo Tegalluar, Rancaekek. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG -- Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyambut baik terus digelarnya proyek pembangunan berorientasi kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kehadiran proyek pembangunan ini diyakini bakal menguntungkan bagi investasi di daerah itu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang Eka Sanatha menyebutkan, adanya transportasi berbasis rel menjadi salah satu pendukung daya tarik investasi.

Baca juga: KCIC Klaim Kereta Cepat Tak Bising dan Berdesain Muatan Lokal

Hal yang mendukung lainnya adalah letak yang strategis, dekat bandara, pelabuhan, adanya jalan bebas hambatan, serta dukungan sumber daya air dan listrik.

Selain itu, ditambah dengan munculnya rencana pembangunan Bandara Soekarno Hatta II.

Hal itu diketahui Eka saat berdiskusi dengan beberapa pelaku usaha.

"Karawang punya jalur rel itu, ditambah adanya TOD kereta cepat di Karawang. Ini jadi nilai tambah," kata Eka kepada Kompas.com, Jumat (5/11/2021).

Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Karawang berada di dalam kawasan transit oriented development (TOD) yang dibangun di Desa Wanakerta dan Desa Wanasari seluas 250 hektar.

Baca juga: Terowongan Proyek Kereta Cepat Dikabarkan Longsor, Ini Penjelasan PT KCIC

Adapun dari luas lahan tersebut, 230 hektar di antaranya merupakan areal pertanian dan sempadan Sungai Ciketing dan Sungai Cibaregbeg di Desa Wanakerta dan Wanasari.

Sementara 20 hektare sisanya adalah lahan sekitar Sungai Cibeet dan permukiman Desa Wanasari.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas