Tribun Bisnis

Cegah Kegagalan, Pelaku UMKM Didorong Bangun Brand Berdasarkan Data Bukan Asumsi

Pelaku UMKM harus adaptif dan kreatif mengikuti perkembangan pasar agar terus berkembang dalam setiap kondisi.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
Cegah Kegagalan, Pelaku UMKM Didorong Bangun Brand Berdasarkan Data Bukan Asumsi
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaku UMKM harus adaptif dan kreatif mengikuti perkembangan pasar agar terus berkembang dalam setiap kondisi.

Oleh sebab itu, membangun brand dari produk yang dihasilkan para pelaku UMKM menjadi sangat penting.

Digital Strategist, Bryan Erfanda Putra mengatakan, branding bukan hanya sekedar slogan, logo, merk dan produk, tetapi semua hal saat ini adalah brand, bahkan diri sendiri merupakan sebuah brand juga.

Baca juga: AKSES eform.bri.co.id/bpum atau banpresbpum.id Cek Penerima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Bulan November 2021

"Sederhananya, brand merupakan sebuah ikatan emosi antara produk anda dengan konsumen, karena brand adalah gabungan nama dan makna," kata Bryan, Kamis (26/11/2021).

Bryan menyampaikan, langkah pertama yang harus dilakukan dalam membangun brand yaitu riset, karena bila membangun tanpa data maka siap-siap gagal dan salah satu yang membuat gagal adalah asumsi.

“Biasanya kesalahan besar saat usaha mau tumbuh adalah kita membuat sesuatu yang tidak dibutuhkan, jadi ketika kita akan melakukan branding, maka kita harus pahami betul produk itu digunakan untuk siapa, kemana, dan sebagainya," papar Bryan.

Baca juga: UMKM Pekanbaru Ini Catat Peningkatan Transaksi Hingga 8 Kali Lipat dari Tokopedia

Pemilik Gopala Kana Putu Nityananda menceritakan pengalamannya dalam menjalankan bisnis dan bagaimana digital marketplace sangat membantu pengembangan bisnisnya.

Beberapa tips atau kiat sukses yang telah dijalankan Putu, di antaranya gunakan top ads atau iklan internet, kata kunci yang benar dan buat foto produk yang menarik.

“Sejak saya menggunakan tips-tips tersebut, banyak yang WA dan email saya untuk menjadi reseller, jadi transaksinya bisa kemana-mana padahal katalognya hanya di tokopedia," ujar Putu.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas