Tribun Bisnis

Upah Minimum Pekerja 2022

Buruh Bekasi dan Karawang Tunggu Respon Ridwan Kamil Soal Tuntutan UMK 2022

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana sebelumnya telah mengeluarkan surat rekomendasi kenaikan UMK sebesar 5,27 persen, tapi angka tersebut ditolak.

Editor: Choirul Arifin
Buruh Bekasi dan Karawang Tunggu Respon Ridwan Kamil Soal Tuntutan UMK 2022
Tribunnews/JEPRIMA
Aliansi buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (29/11/2021). Aksi tersebut untuk menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden mengenai kenaikan upah minimum (UMP) 2022 usai Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan Undang-Undang Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat dan menuntut kenaikan upah secara nasional rata-rata antara 10 sampai 15 persen melalui Keputusan Presiden atau Kepres. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG - Rekomendasi tuntutan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar 5,51 persen dan 7,68 persen sudah disampaikan ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Artinya, "bola panas" kini berada di tangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, adapun para buruh di Bekasi dan Karawang harus bersabar menunggu.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana sebelumnya telah mengeluarkan surat rekomendasi kenaikan UMK sebesar 5,27 persen, tapi angka tersebut ditolak.

Akhirnya, kenaikan upah dibahas lagi dan sudah disepakati UMK dinaikkan lagi menjadi 7,68 persen atau mencapai Rp5.166.822.

Baca juga: Ribuan Buruh Demo di Patung Kuda, Tuntut Kenaikan Upah Minimum 2022 Hingga 10 Persen

“Kabupaten Bekasi 5,51 persen, Kota Bekasi tujuh persen lebih,” kata Ketua FSP TSK SPSI Karawang Dion Untung Wijaya, Senin (29/11/2021).

“Kalau Karawang 5,27 persen, maka UMK Karawang tidak akan tertinggi lagi, makanya kami minta 7,68 persen," imbuhnya.

Baca juga: Bawa Pocong dan Keranda di Depan Balai Kota DKI, Minta Anies Cabut SK Pengupahan

Dari awal, sebetulnya Dion tidak puas kenaikan UMK 5,27 persen. Tetapi karena sudah menjadi kesepakatan ia pun menerima hasil tersebut.

Namun kemudian, dilakukan rapat lagi dan disepakati ada kenaikan lagi di atas 5,27 persen.

Rekomendasi kenaikan UMK sebesar 7,68 persen, dibenarkan Kepala Bidang Bina Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang Suratno.

Hanya saja, dia belum memberikan keterangan lebih rinci lagi. “Iya, ini masih sebatas rekomendasi. Besarannya sesuai surat tadi (7,68 persen),” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas