Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Direktur TI Bursa Buka Suara Terkait Mitigasi Dampak Kebakaran Gedung Cyber 1

Direktur Teknologi Informasi (TI) dan Manajemen Risiko Bursa Efek Indonesia (BEI) Fithri Hadi buka suara terkait dampak kebakaran

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Direktur TI Bursa Buka Suara Terkait Mitigasi Dampak Kebakaran Gedung Cyber 1
Warta Kota/ Desy Selviany
Gedung Cyber di Jalan Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terbakar, Kamis (2/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Direktur Teknologi Informasi (TI) dan Manajemen Risiko Bursa Efek Indonesia (BEI) Fithri Hadi buka suara terkait dampak kebakaran di Gedung Cyber 1, Mampang, Jakarta.

Dia menjelaskan, dorongan pembentukan Disaster Recovery Center atau DRC bersama untuk Anggota Bursa (AB) supaya efisien telah dilakukan oleh BEI.

"Untuk efisiensi, AB memiliki pilihan untuk memanfaatkan jasa mediator remote trading dan mediator online trading," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews, Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Gedung Cyber 1 Terbakar, Ketua Umum APEI Nilai Pentingnya Peran Disaster Recovery Center

Lebih rinci, Fithri menjelaskan, BEI tentunya punya mitigasi risiko jika ada musibah kebakaran berdampak ke AB atau perusahaan sekuritas.

"Dilakukan dengan penerapan BCP (business continuity planning) melalui implementasi DRC serta embentukan CMT (crisis management team)" katanya.

Selain itu, juga dilakukan mitigasi pemilihan data center dengan standar SLA tinggi (tier 3 atau setara) dan memastikan secara berkala DRC serta CMT berfungsi dengan baik.

Baca juga: Dua Korban Meninggal Dunia Dalam Peristiwa Kebakaran Gedung Cyber 1 Ternyata Siswa SMK Sedang PKL

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menambahkan, kebakaran tersebut berdampak terhadap tiga perusahaan sekuritas, di mana dua telah mendapat perbaikan dan satu lagi belum.

"Tiga AB terkena dampak kemarin, dua AB sudah dapat melakukan transaksi. Sedangkan, satu AB belum dapat melakukan transaksi karena pada saat terjadi gangguan, bertepatan AB sedang dalam proses migrasi sistem TI mereka," pungkas Fithri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas