Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

BBM Langka, Warga Raja Ampat Protes: Padahal Kita Tidur di Atas Emas

Selama kurang lebih dua bulan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabare, Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat langka.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BBM Langka, Warga Raja Ampat Protes: Padahal Kita Tidur di Atas Emas
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Sejumlah masyarakat di Kabare, Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, menggelar aksi spontanitas di depan Kantor Distrik. Aksi tersebut dipicu lantaran terjadi kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Distrik Waigeo Utara, kurang lebih dua bulan belakangan. BBM Langka, Warga Raja Ampat Protes: Padahal Kita Tidur di Atas Emas 

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Selama kurang lebih dua bulan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabare, Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat langka.

Hal itu membuat warga setempat menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Distrik.

Seorang warga Raja Ampat Yakobus Umpes (30) mengatakan, aksi yang dilakukan oleh masyarakat di Kabare Waigeo Utara, merupakan luapan dari kekecewaan mereka.

"Untuk Waigeo Utara, mulai dari Pertalite, Premium hingga minyak tanah, sudah kosong dua bulan ini," kata Yakobus Umpes, dihubungi TribunPapuaBarat.com pada Senin (6/12/2021).

Sebagai anak dari Waigeo Utara, ikut prihatin ketika melihat kondisi masyarakat di sana mengalami kesulitan BBM.

Ia mengatakan, saat ini tiga Distrik di Raja Ampat seperti Wawarbomi, Waigeo Utara, dan Distrik Supnin hanya dilayani oleh satu Agen yang berada di Kabare.

Baca juga: Selama 2 Bulan Terakhir, Masyarakat Raja Ampat Alami Krisis BBM

"Informasi terakhir, untuk di Distrik-distrik ini BBM-nya tidak sampai,"ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi ini membuat masyarakat bertanya kepada pihak Pertamina terkait kekosongan stok BBM selama dua bulan ini.

"Sebagai anak asli Raja Ampat, jujur saya merasa sangat kecewa dengan kondisi yang di alami oleh masyarakat,"katanya.

"Sampai rakyat di Waigeo Utara, gelar aksi dengan membawa alat masak dan jerigen, hingga perempuan berteriak histeris. Artinya kondisinya sudah sangat memprihatikan," ujarnya.

Baca juga: Pasca Erupsi Semeru, Pemerintah Pastikan Stok dan Distribusi BBM dan LPG di Lumajang Aman

Tidur di atas emas tapi sengsara

Tak hanya itu, Umpes menambahkan, sebagai orang Papua dan Raja Ampat, merasa sedih melihat masyarakat berteriak seperti ini.

"Padahal, kita tidur di atas emas, berenang di atas minyak, tapi masyarakat masih menjerit seperti ini," katanya.

"Kami di Raja Ampat punya kekayaan, emas, minyak segala macam hingga alam pun terkenal di mancanegara, namun masih saja berteriak kesulitan BBM," ujarnya.

Sejumlah masyarakat di Kabare, Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, menggelar aksi spontanitas di depan Kantor Distrik. Aksi tersebut dipicu lantaran terjadi kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Distrik Waigeo Utara, kurang lebih dua bulan belakangan
Sejumlah masyarakat di Kabare, Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, menggelar aksi spontanitas di depan Kantor Distrik. Aksi tersebut dipicu lantaran terjadi kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Distrik Waigeo Utara, kurang lebih dua bulan belakangan (TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)

Artinya, di balik kekayaan alam Raja Ampat, Papua Barat, masyarakatnya masih tertinggal dan belum merasakan keadilan sosial itu sendiri.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas