Tribun Bisnis

BUMN Penerima PMN Diminta Mengelola Secara Maksimal Agar Berdampak ke Ekonomi Nasional

Selain kontribusi BUMN berupa pembayaran pajak, PNBP dan setoran dividen, perusahaan pelat merah juga berkontribusi

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in BUMN Penerima PMN Diminta Mengelola Secara Maksimal Agar Berdampak ke Ekonomi Nasional
Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah
Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) diminta untuk mengelolanya secara maksimal, agar berdampak positif ke roda perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR Eko Patrio yang memiliki nama lengkap Eko Hendro Purnomo saat kegiatan sosialisasi BUMN sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional, Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Baca juga: BUMN Tembus Pasar Global Diapresiasi BUMN Track dan DMID Lewat BBMA

"Ketika membahas permintaan PMN oleh BUMN di Komisi VI, saya selalu menekankan pemberian PMN kepada BUMN tersebut harus bisa meningkatkan kinerja bisnis dan performa keuangan BUMN," kata Eko.

"Artinya, kami memberikan kepercayaan kepada BUMN untuk dapat mengelola PMN tersebut dengan maksimal, sehingga dampak dari pemberian PMN bisa dirasakan secara langsung berupa pergerakan roda ekonomi nasional serta setoran BUMN kepada negara berupa dividen dan pajak," sambung Eko.

Menurutnya, selain kontribusi BUMN berupa pembayaran pajak, PNBP dan setoran dividen, perusahaan pelat merah juga berkontribusi untuk perekonomian nasional melalui pengeluaran operasional dan belanja modal.

Baca juga: 11 BUMN Disetujui DPR Dapat Penambahan PMN

"Pengeluaran tersebut menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dari sisi konsumsi dan investasi, yang akan meningkatkan demand dan mendorong perputaran ekonomi nasional," tutur Eko.

Eko menyebut, pemerintah telah mengalokasikan PMN sebesar Rp 102,5 triliun periode 2020-2021 untuk peningkatan kinerja BUMN, restrukturisasi dan pendirian BUMN yang baru.

"Sedangkan alokasi PMN tahun depan sebesar Rp38,5 triliun," ucap politikus PAN itu.

Dengan dukungan PMN tersebut, kata Eko, diharapkan BUMN dapat menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur prioritas dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu, untuk mengatasi dampak ekonomi yang diakibatkan Covid-19, Eko mendorong BUMN terus dilibatkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yaitu berupa penyaluran kredit kepada UMKM dan koperasi, serta melakukan penjaminan kredit modal kerja.

Baca juga: Buka 4 Posisi, Ini Cara Mendaftar Lowongan Kerja BUMN di PT Sucofindo

"Dalam kegiatan sosialisasi ini, saya juga ingin dengar aspirasi dari bapak dan ibu, supaya saya bisa bantu untuk sampaikan kepada kementerian dan perusahaan BUMN," papar Eko.

Dalam 10 tahun terakhir, BUMN telah berkontribusi kepada negara mencapai total Rp 3.295 triliun, yang berasal dari pajak sebesar Rp1.872 triliun,
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1.872 triliun, dan dalam bentuk setoran dividen sebesar Rp388 triliun.

Pada periode yang sama, total besaran PMN kepada BUMN mencapai Rp 147 triliun atau 4 persen dari total kontribusi BUMN terhadap negara.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas