Tribun Bisnis

Elon Musk Meminta Staf Eksekutif Tesla untuk Kembali ke Kantor atau Keluar dari Perusahaan

Chief Executive Officer Tesla Inc, Elon Musk mempertimbangkan agar staf eksekutif Tesla kembali bekerja ke kantor.

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Sanusi
zoom-in Elon Musk Meminta Staf Eksekutif Tesla untuk Kembali ke Kantor atau Keluar dari Perusahaan
Fox Business
Elon Musk 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, SAN FRANCISCO - Chief Executive Officer Tesla Inc, Elon Musk mempertimbangkan agar staf eksekutif Tesla kembali bekerja ke kantor.

Hal tersebut Musk sampaikan melalui tweet yang ia posting pada Selasa (31/5/2022) kemarin, dengan menguraikan email yang ia kirim ke staf eksekutifnya.

Dalam tweet-nya, Elon Musk menuntut agar staf eksekutif Tesla setidaknya bekerja di kantor selama 40 jam dalam seminggu.

Baca juga: Tesla Pertimbangkan Adopsi AirPlay Apple Untuk Tingkatkan Kualitas Audio

“Pekerjaan jarak jauh tidak lagi dapat diterima. Siapa pun yang ingin melakukan pekerjaan jarak jauh harus berada di kantor minimal (dan maksud saya minimum) 40 jam per minggu atau berangkat Tesla. Ini kurang dari yang kami minta dari pekerja pabrik,” tulis Musk dalam tweet-nya, yang dikutip dari Bloomberg.

Musk tidak secara langsung membahas apakah email tersebut asli atau bukan, namun dia memperingatkan, bagi mereka yang menentang, harus pergi atau ‘berpura-pura bekerja di tempat lain’.

“Mereka harus berpura-pura bekerja di tempat lain,” tambahnya.

Baca juga: Tesla Putuskan Masuk ke Thailand untuk Investasi, Bagaimana dengan RI?

Ini bukan pertama kalinya Musk menunjukkan tindakan tegas terhadap karyawannya. Dua minggu sebelum Musk mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Twitter Inc, seorang pemodal ventura dan pengusaha, Keith Rabois men-tweet sebuah cerita mengenai Musk.

Dalam cerita tersebut, Musk yang sedang berada di perusahaannya Space Exploration Technologies Corp. (SpaceX), memperhatikan sekelompok pekerja magang yang berkeliaran sambil menunggu antrean untuk minum kopi.

Musk yang melihat kejadian tersebut, menganggapnya sebagai bentuk penghinaan terhadap produktivitas. Menurut cerita Rabois, yang mengenal Musk sejak mereka bekerja di PayPal Holdings Inc., Musk bahkan mengancam akan memecat semua pekerja magang jika hal itu terjadi lagi, dan memasang kamera keamanan untuk memantau karyawannya.

Pada bulan April lalu, Rabois memperingatkan karyawan Twitter harus bersiap, karena kemungkinan kebijakan Twitter akan berubah begitu Musk mengambil alih perusahaan itu.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas