Stabilkan Krisis Energi Global, AS Tambah Penjualan Minyak Mentah Hingga 20 Juta Barel
Tercatat saat ini harga minyak mentah berjangka Brent yang diperjualkan di pasar global anjlok 75 sen menjadi 104,40 dolar AS per barel.
Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengungkap rencananya barunya yang akan meningkatkan penjualan minyak mentah AS sebanyak 20 juta barel dari cadangan minyak Strategis (SPR) AS, Rabu (27/7/2022).
Rencana ini digagas Biden guna menstabilkan harga minyak dunia yang saat ini tengah menghadapi gejolak panas, imbas pengetatan pasokan yang didorong oleh invasi Rusia ke Ukraina serta rencana pengetatan kebijakan moneter yang dilakukan The Fed.
Tercatat saat ini harga minyak mentah berjangka Brent yang diperjualkan di pasar global anjlok 75 sen menjadi 104,40 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga Minyak Mentah Merosot Tajam, Brent dan West Texas Intermediate Anjlok di Bawah 100 Dolar
Penurunan serupa juga terjadi pada minyak West Texas Immediately (WTI) untuk kontrak September 2022 yang ikut ambles 1,72 sen menjadi 94,98 dollar AS per barel.
Khawatir penurunan harga minyak akan semakin berlanjut, membuat Biden berambisi untuk memacu produksi minyaknya guna mematik peningkatan permintaan minyak pasar global, yang sempat menurun selama beberapa bulan terakhir.
Meski penurunan harga ini bukanlah kali pertama yang dihadapi pasar global, namun menurut data survei Conference Board adanya penurunan permintaan minyak mentah di pasar AS telah membuat tingkat kepercayaan konsumen AS pada bulan Juli ini ikut terseret anjlok ke level terendah dalam 1,5 tahun terakhir.
“Produksi minyak SPR akan menjadi jalur pasokan bagi perusahaan minyak dan penyulingan minyak, guna memulihkan produksi yang telah turun selama puncak pandemi COVID-19,” ujar pejabat senior AS.
Meski rencananya peningkatan produksi ini baru akan mulai dijalankan pada awal tahun 2023 mendatang, namun mengutip dari Reuters dengan adanya rencana baru tersebut nantinya kilang SPR AS dapat memasok kebutuhan minyak global sebanyak 1 juta barel per hari, selama enam bulan kedepan.