Tribun Bisnis

Erick Thohir Tanggapi Adanya Wacana Vaksin BUMN Bakal Berbayar atau Gratis

Erick Thohir kembali melanjutkan, pihaknya bersama Presiden sudah menyiapkan nama khusus untuk Vaksin Covid-19 BUMN.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Erick Thohir Tanggapi Adanya Wacana Vaksin BUMN Bakal Berbayar atau Gratis
WARTA KOTA/WARTA KOTA/YULIANTO
Warga mengikuti vaksin booster di Sentra Vaksinasi Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2022). Pemerintah bekerjasama dengan sejumlah pihak terus melaksanakan giat vaksinasi Covid-19. Banyak sentra vaksinasi yang masih dibuka di sejumlah tempat di DKI Jakarta. Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada tambahan 3.696 kasus baru corona pada 1 Agustus 2022. Dengan penambahan tersebut, jumlah kasus Covid-19 sejak pandemi terjadi di Indonesia mencapai 6.210.794 kasus positif Corona. Warta Kota/YULIANTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga kini belum menetapkan kebijakan terkait vaksin Covid-19 buatan dalam negeri yakni BUMN, akan diberikan secara gratis atau berbayar kepada masyarakat.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, kebijakan tersebut masih akan dibahas oleh Pemerintah dan melibatkan Kementerian dan lembaga terkait.

"Kebijakan vaksin Covid-19, nanti akan didiskusikan kalangan Pemerintah. Agar ada policy besarnya," ucap Erick Thohir saat ditemui di Jakarta, (3/8/2022).

Baca juga: Tips Agar Anak Aman dari Covid-19 Selama Pembelajaran Tatap Muka

"Apakah gratis atau berbayar, saya tidak bisa menyatakan lebih awal. Yang pasti vaksin ini adalah vaksin yang bisa digunakan mandiri, sehingga tidak terus impor," sambungnya.

Sebagai informasi, uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 BUMN kini tengah dilaksanakan di
empat Center Studi.

Yakni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia, Jakarta, FK Universitas Diponegoro Semarang), FK Universitas Andalas Padang, dan FK Universitas Hasanuddin Makassar dengan total 4.050 subyek relawan secara nasional.

Vaksin Covid 19 BUMN merupakan hasil kerja sama BUMN Farmasi, Bio Farma, dengan Baylor College of Medicine USA yang sudah terdaftar di tahap pengembangan kandidat vaksin WHO Covid-19 sejak Juni 2021 yang lalu.

Baca juga: Update Covid-19 Global 3 Agustus 2022: Total Infeksi Covid-19 584,3 Juta, Jumlah Kematian 6,4 Juta

Sesuai standard uji klinis vaksin WHO dan BPOM, semua vaksin baru harus melalui 3 tahapan uji klinis.

Ini bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin Covid-19 buatan Bio Farma aman dapat meningkatkan kadar antibodi secara bermakna untuk melawan virus Covid, sehingga diharapkan berkhasiat (effikasi) melindungi subjek dari sakit berat dan kematian karena COVID sesuai standar Badan POM.

Saat ini Bio Farma sudah mendaftarkan hasil Uji klinis fase 3 tersebut sebagai rangkaian proses untuk mendapatkam Izin Edar Dalam Keadaan Darurat (Emergency Use Authorization / EUA) dari Badan POM.

Bio Farma juga telah menyelesaikan audit Vaksin Covid-19 oleh LPPOM MUI, dan dalam waktu dekat akan tersertifkasi untuk aspek kehalalannya.

Erick Thohir kembali melanjutkan, pihaknya bersama Presiden sudah menyiapkan nama khusus untuk Vaksin Covid-19 BUMN.

Baca juga: BREAKING NEWS Update Covid-19 per 3 Agustus 2022: Kasus Harian Naik Lagi, Tembus 6.167 Kasus

Dan saat ini sedang berproses untuk mendaftarkan nama tersebut ke Ditjen HKI Kemenkumham. Dan diharapkan pada tanggal 17 Agustus 2022 Indonesia akan memiliki vaksin buatan Indonesia, persembahan untuk Indonesia guna memutus mata rantai Covid-19.

"Katanya EUA akan diberikan Minggu depan atau dua Minggu lagi. Dan nama vaksinnya sudah diberikan oleh Bapak Presiden, tapi saya belum bisa jawab. Karena ini berhubungan dengan hak cipta dan macem-macem, sehingga ini harus dicek dulu," pungkas Erick.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas