Tribun Bisnis

Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar AS Jelang Pertemuan The Fed Soal Suku Bunga

Komite Pasar Terbuka Federal The Fed akan memulai pertemuan dua hari tentang suku bunga pada 20 September 2022.

Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar AS Jelang Pertemuan The Fed Soal Suku Bunga
TASS/The Moscow Times
harga emas di pasar spot turun 0,8% ke level 1.661,65 dolar AS per ons troi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menguatnya mata uang dolar AS seiring akan dinaikkannya suku bunga Federal Reserve AS (The Fed) dan bank sentral lainnya pada pekan ini, membuat harga emas pada hari ini mengalami tekanan.

Diketahui, Komite Pasar Terbuka Federal The Fed akan memulai pertemuan dua hari tentang suku bunga pada 20 September dan mengumumkan keputusannya pada hari berikutnya.

Menyikapi hal itu dan penguatan dolar AS, Senin (19/9/2022), harga emas di pasar spot turun 0,8 persen ke level 1.661,65 dolar AS per ons troi pada 0724 GMT.

Baca juga: Wall Street, Minyak hingga Emas Kompak Anjlok di Tengah Penantian Keputusan Hawkish The Fed

Sementara harga emas berjangka AS turun 0,8% menjadi 1,670,80 dolar AS per ons troi.

Indeks dolar naik 0,3%, dengan posisi greenback yang lebih kuat membuat harga emas batangan jadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

"Kita akan melihat beberapa perdagangan bergerak sideways yang berombak menjelang pertemuan FOMC, dengan posisi 1.680 dolar AS kemungkinan menjadi level penting bagi para investor dalam waktu dekat," kata analis City Index Matt Simpson, mengacu pada pertemuan kebijakan Fed yang akan segera terjadi yang dikutip dari Reuters

Pasar sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin oleh bank sentral AS.

Sebagian besar pertemuan bank sentral di seluruh dunia pada minggu ini diperkirakan akan meningkatkan suku bunga, dengan pasar terpecah pada apakah Bank of England akan naik 50 atau 75 basis poin.

"Risiko geopolitik dan ekonomi yang meningkat tidak banyak berpengaruh untuk menarik minat beli, dengan dolar AS masih menjadi aset pilihan," kata analis ANZ dalam sebuah catatan. (Tendi Mahadi/Kontan)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas