Tribun Bisnis

Pertumbuhan Cukup Pesat, IECIE Jadikan Indonesia Tuan Rumah Pameran Vape Sekaligus Awali Tur Global

Industri vape Indonesia mengalami pertumbuhan pesat ditandai dengan permintaan pasar yang tinggi dan tingkat penerimaan.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Pertumbuhan Cukup Pesat, IECIE Jadikan Indonesia Tuan Rumah Pameran Vape Sekaligus Awali Tur Global
HO
Platform pameran industri vaping global menjadikan Indonesia menjadi lokasi pameran vape bertajuk IECIE Jakarta Vape Show, sebuah pameran B2B dan B2C berskala internasional sekaligus menandai dimulainya tur global ke beberapa negara di Asia Tenggara 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Legalisasi vape di tanah air berimbas peningkatan pasar vape bahkan menjadikan Indonesia menjadi Top 9 dunia tahun 2021 dengan nilai sebesar 239 Juta dollar AS.

Industri vape Indonesia juga mengalami pertumbuhan pesat ditandai dengan permintaan pasar yang tinggi dan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap produk baru.

Fakta ini mendorong IECIE, platform pameran industri vaping global menjadikan Indonesia menjadi lokasi pameran vape bertajuk IECIE Jakarta Vape Show, sebuah pameran B2B dan B2C berskala internasional sekaligus menandai dimulainya tur global ke beberapa negara di Asia Tenggara.

Baca juga: Roy Ricardo Berhenti Merokok Demi Sang Buah Hati, Kini Beralih ke Vape

IECIE Jakarta Vape Show diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, pada tanggal 20 – 22 Oktober 2022.

Juanita Soerakoesoemah, Event Director PT Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara mengatakan, pihaknya meyakini pameran ini dapat menciptakan lebih banyak peluang dan kerjasama bisnis bagi pelaku bisnis di Indonesia.

"Sekaligus membantu sebagian besar produsen dan merek vape Cina terhubung dengan pasar di negara-negara Asia Tenggara,” ujar Juanita Soerakoesoemah dalam keterangannya, Senin (26/9/2022).

IECIE menjelajahi pasar vape di Asia Tenggara untuk menghadirkan lebih banyak merek vape global dan perangkat terbaru di kawasan tersebut.

Asia Tenggara berbatasan langsung dengan Cina, menjadikannya pilihan pertama untuk mulai memenuhi permintaan pasar global dan menelusuri jalur rantai industri vape.

"Selain itu, Asia Tenggara memiliki potensi untuk mengembangkan industri vape, basis pengguna yang besar, dan kebijakan ramah industri membuat IECIE tidak ingin melewatkan peluang ini," katanya.

Sebagai informasi, sejak tahun 2015, IECIE berhasil menggelar 10 pameran vape skala internasional di Cina dan mempertemukan para pelaku bisnis vape dan menciptakan peluang kerjasama untuk mengembangkan bisnis ke pasar yang lebih luas.

Cina adalah pemasok 90 persen dari produk vape yang beredar di dunia.

Baca juga: Vape Bisa Picu Kanker Paru-Paru, Begini Penjelasannya

IECEI mengerahkan pengaruh globalnya untuk mengintegrasikan tenaga kerja, teknologi, peralatan, dan sumber daya lainnya untuk mempromosikan pembaruan produk, inovasi teknologi, perluasan pasar dan perdagangan antar negara, untuk terus berkembang menjadi pameran yang terspesialisasi, efisien, dan ternama.

IECIE akan membantu merek Cina membangun pabrik di Indonesia, sehingga dapat merangsang penyerapan tenaga kerja lokal dan kesempatan kerja di Indonesia, serta menyediakan produk berkualitas tinggi. Juga, IECIE berharap dapat mengundang lebih banyak merek dan perusahaan Indonesia sebagai mitra guna mempromosikan pasar vape lokal berkembang lebih cepat dan sehat bersama-sama.

"Dengan dukungan Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) dan Vape Fair Indonesia, IECIE Jakarta Vape Show akan menghadirkan lebih dari 300 merek dari produk terkini dan terkenal, termasuk Disposables, Open/Closed Pod Systems, Atomizers, Mods, HTPs, E-liquids, aksesoris vaping dan sebagainya," katanya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas