Tribun Bisnis

Industri Reasuransi Berperan Jaga Stabilitas Ekonomi

Benny juga menekankan, industri reasuransi memainkan peran yang sangat penting sebagai katalis bagi industri keuangan secara keseluruhan.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Industri Reasuransi Berperan Jaga Stabilitas Ekonomi
dok
Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu mengatakan, industri reasuransi ikut berperan dalam perekonomian nasional khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dan berbagai isu makro lainnya.

"Peran industri reasuransi dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas ekonomi melalui proteksi risiko-risiko asuransi," ujar Benny Waworuntu, Rabbu (28/9/2022) di sela-sela Indonesia Re International Conference 2022 (IIC 2022), dengan mengusung tema "Reinsurance and Economic Resilience: Dealing with Climate Change, Pandemic and Geopolitical Challenges" di Ritz-Carlton Jakarta, pada 28-29 September 2022.

Benny juga menekankan, industri reasuransi memainkan peran yang sangat penting sebagai katalis bagi industri keuangan secara keseluruhan.

“Industri reasuransi memiliki fungsi yang sangat penting dalam mendukung industri asuransi termasuk di dalamnya kemampuan finansial yang solid merupakan prinsip utama yang harus dimiliki oleh perusahaan reasuransi,” ungkapnya.

Baca juga: Gabungan BUMN Asuransi dan Reasuransi Resmi Bentuk KMP

Mengutip data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, kata Benny saat ini premi reasuransi pada Kuartal II/2022 mencapai Rp 11,2 triliun atau tumbuh 21,7 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 9,2 triliun.

Untuk klaim tercatat sebesar Rp 4,2 triliun atau tumbuh 34,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu yang hanya mencapai senilai Rp 3,1 trilun.

Saat ini, industri reasuransi menghadapi persoalan ketidakpastian ekonomi, pandemi Covid-19, kondisi perang Rusia-Ukraina yang memicu naiknya inflasi global yang bisa mempengaruhi situasi Indonesia.

Terkait penyelenggaraan IIC 2022, Benny mengatakan, melalui perhelatan ini stakeholders terkait dapat berbagi pengalaman mengenai program kapasitas keuangan, peningkatan model bisnis, penelitian, dan data, serta memberikan masukan positif bagi pelaku industri asuransi nasional.

“Indonesia Re ingin mencari cara terbaik untuk menghadapi risiko yang muncul dari krisis global, penguatan pasar, dan potensi defisit transaksi berjalan,” kata Benny.

Benny menambahkan, lewat IIC 2022, Indonesia Re akan kembali menggaungkan peran Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional (BPPDAN), yang merupakan bagian dari Indonesia Re, sebagai lembaga pengelola data asuransi kebakaran nasional.

"Di event ini pun, kami akan meluncurkan Indonesia Re Institute, organisasi penelitian dan pelatihan industri asuransi yang dimiliki Indonesia Re," tambahnya.

Di hari pertama IIC 2022 akan menghadirkan jajaran menteri sebagai pembicara kunci yakni, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, dan menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan sejumlah perwakilan dari perusahaan asuransi dan reasuransi nasional/global.

Baca juga: Digitalisasi Turunkan Biaya Distribusi Premi di Perusahaan Asuransi

Adapun di hari kedua, IIC 2022 akan diisi diskusi panel yang akan diramaikan oleh sejumlah perwakilan industri keuangan dan industri keuangan non bank diantaranya adalah Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan Ogi Prastomiyono.

Sebagai penutup rangkaian IIC 2022, Indonesia Re akan menghelat malam penghargaan yang dikemas dalam acara gala dinner sebagai bentuk apresiasi terhadap ceding company atau mitra bisnis, yang meliputi delapan kategori penghargaan untuk perusahaan asuransi jiwa dan asuransi umum.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas