Tribun Bisnis

IMF: 48 Negara Krisis Pangan, Sebagian Berada di Sub Sahara Afrika

IMFmenyatakan, sebanyak 141 juta orang di wilayah Arab telah merasakan kerawanan pangan.

Editor: Choirul Arifin
zoom-in IMF: 48 Negara Krisis Pangan, Sebagian Berada di Sub Sahara Afrika
AFP/ISHARA S. KODIKARA
Orang-orang berdiri dalam antrian untuk membeli minyak tanah untuk digunakan di rumah di sebuah pompa bensin di Kolombo pada 22 Maret 2022. Pasca banjir bandang yang mendera, Sri Lanka kini juga dihadapkan pada krisis pangan. (Photo by Ishara S. KODIKARA / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, RIYADH - Dana Moneter Internasional atau IMF mengungkap ada  negara kini jatuh dalam krisis pangan, jumlah cukup banyak adalah negara-negara di sub Sahara Afrika.

Berbicara pada sebuah konferensi di Arab Saudi, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva Senin (3/10/2022) mengatakan, 10 hingga 20 negara dari total 48 negara tersebut mungkin membutuhkan bantuan darurat untuk mengatasi krisis pangan global.

Kristalina Georgieva juga mengatakan, 141 juta orang di wilayah Arab telah merasakan kerawanan pangan.

"Dari 48 negara, sekitar 10-20 kemungkinan akan meminta bantuan darurat. Cukup banyak dari mereka berada di sub Sahara Afrika. Kami di sini untuk kalian," ungkap Georgieva, seperti dikutip Reuters. 

Pada Jumat (30/9) pekan lalu, IMF menyetujui jendela pinjaman darurat di bawah instrumen pembiayaan darurat yang ada untuk membantu negara-negara yang mengalami kesulitan akibat perang di Ukraina.

IMF juga akan berjuang untuk menolak pembatasan perdagangan makanan dan berencana untuk mendanai jendela makanan darurat menggunakan alokasi Hak Penarikan Khusus (SDR) tahun lalu.

"Makanan pokok seperti gandum, beras, dan lentil berisiko tidak dapat diakses oleh masyarakat miskin pangan di seluruh wilayah," lanjut Georgieva.

Baca juga: Di Forum P20, Indonesia Siap Dorong Negara G20 Bergerak Nyata Atasi Krisis Pangan Global

Pada saat yang sama, negara-negara kawasan Timur Tengah dan sekitarnya berkomitmen untuk mendukung negara-negara yang mengalami krisis pangan.

Georgieva menambahkan, negara-negara Teluk Arab akan segera membuat pernyataan bersama terkait komitmen tersebut.

Sebelum ini, Kelompok Koordinasi Arab mengumumkan tersedianya dana awal sebesar US$10 miliar untuk meringankan krisis pasokan pangan global.

Baca juga: Kementan Siapkan Tiga Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global

IMF dan Arab Saudi pada hari Senin juga menandatangani perjanjian untuk mendirikan kantor perwakilan regional IMF di Riyadh. Langkah ini diharapkan bisa membantu serangkaian program bantuan yang sedang disiapkan.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo | Sumber: Kontan

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas