Tribun Bisnis

KTT G20 Bali

Menteri Keuangan AS Bertemu dengan Gubernur Bank Sentral China di KTT G20, Ini yang Dibahas

Pertemuan keduanya untuk membahas masalah-masalah seperti harga energi dan komoditas yang tinggi serta prospek ekonomi makro kedua negara.

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Menteri Keuangan AS Bertemu dengan Gubernur Bank Sentral China di KTT G20, Ini yang Dibahas
Ina Fassbender / AFP
Menteri Keuangan AS Janet Yellen. Janet Yellen bertemu dengan Gubernur Bank Sentral China Yi Gang hari ini, Rabu (16/11/2022) di sela di KTT G20 Bali. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
 
TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen bertemu dengan Gubernur Bank Sentral China Yi Gang hari ini, Rabu (16/11/2022) di sela di KTT G20 Bali.

Pertemuan keduanya untuk membahas masalah-masalah seperti harga energi dan komoditas yang tinggi serta prospek ekonomi makro kedua negara.

Pertemuan itu berlangsung selama dua jam, kata seorang pejabat Departemen Keuangan AS. Dalam konteks tantangan global, Yellen dan Gubernur Yi juga membahas isu-isu G20, seperti dikatakan pejabat tersebut.

Baca juga: Jokowi: Presidensi G20 Indonesia Berhasil Wujudkan Deklarasi yang Sempat Diragukan Banyak Pihak

Melansir dari Reuters, Yellen dan Yi Gang bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Pertemuan G20 hari ini dibayangi oleh berita sebuah roket yang jatuh di Polandia dan menewaskan dua orang, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik di Ukraina dapat meluas ke perbatasannya.

Para pemimpin Group of Seven (G7) dan negara-negara Eropa di KTT G20 bertemu untuk membahas situasi tersebut.

Selain bertemu dengan Gubernur Bank Sentral China, Menkeu AS juga mengadakan pertemuan pertamanya dengan menteri ekonomi dan keuangan baru Italia, Giancarlo Giorgetti, pada hari ini saat KTT G20 berakhir.

Dalam pertemuannya dengan Yi Gang, Yellen dan pejabat Departemen Keuangan AS mengatakan mereka akan mencari kejelasan lebih lanjut mengenai rencana China untuk melonggarkan penguncian atau lockdown Covid-19, yang telah membatasi pertumbuhan ekonomi Beijing dan membatasi rantai pasokannya.

Baca juga: Di KTT G20, China Puji Sikap Rusia yang Menentang Perang Nuklir

Pertemuan itu juga membahas bagaimana tindakan China untuk menangani masalah di sektor propertinya yang masif.

Pertemuan tatap muka pertama Yellen dan seorang pejabat tinggi ekonomi China mengikuti pertemuan tiga jam Presiden AS Joe Biden pada Senin (14/11/2022) dengan pemimpin China Xi Jinping.

Kedua pemimpin AS dan China berdiskusi secara blak-blakan mengenai Taiwan dan Korea Utara, hak asasi manusia dan kebijakan perdagangan.

Keduanya juga menekankan perlunya mengembalikan hubungan AS-China, dengan Biden mengatakan dia ingin mengelola kompetisi ini secara bertanggung jawab.

Yellen mengatakan pada Senin, dia berharap pertemuan Biden dan Xi Jinping akan mengarah pada peningkatan hubungan ekonomi antar kedua negara adidaya itu.

Di antara ketegangan ekonomi yang berkepanjangan antara AS dan China adalah tarif yang dikenakan mantan Presiden AS Donald Trump pada impor China senilai ratusan miliaran dolar AS setiap tahun.

Baca juga: Rangkuman Hari Pertama dan Kedua KTT G20 di Bali

Yellen berpendapat pada awal tahun ini, penghapusan tarif pada barang-barang konsumen "non-strategis" akan memangkas biaya untuk bisnis dan konsumen di tengah inflasi tinggi, namun Biden menahan diri dari mengambil tindakan itu untuk meringankan bea setelah reaksi militer China yang marah terhadap kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada Agustus.

Perwakilan Dagang AS, Katherine Tai, sekarang sedang melakukan peninjauan terhadap undang-undang mengenai apakah akan mempertahankan tarif tersebut atau tidak.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas