Tribun Bisnis

Di Hadapan Jokowi, CEO Kompas Gramedia Beberkan 7 Langkah yang Perlu Dilakukan Pemerintah pada 2023

Pemerintah harus menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ancaman resesi global dan gejolak sektor keuangan.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Di Hadapan Jokowi, CEO Kompas Gramedia Beberkan 7 Langkah yang Perlu Dilakukan Pemerintah pada 2023
Tangkapan Layar
CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama (kanan) dalam acara "Kompas CEO Forum Tahun 2022" di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kompas Gramedia (KG) menggelar kegiatan puncak rangkaian Kompas100 CEO Forum Tahun 2022 di Istana Negara, disaksikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta para menteri Kabinet Indonesia Maju.

CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama mengatakan, kegiatan Kompas100 CEO Forum yang ke-13 tersebut mengangkat tema "Membuat Terang di Tahun Menantang".

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan Forum Group Discussion, menghadirkan banyak narasumber, melakukan survei pengusaha, riset sejumlah outlook, menghadirkan sejumlah CEO ke kampus-kampus, dan seminar CEO live series selama empat hari berturut-turut.

Baca juga: Prospek Investasi Properti di IKN Diyakini Tetap Seksi di Tengah Ancaman Resesi

"Berdasarkan kegiatan itu, kami merumuskan tujuh langkah yang diperlukan di tahun 2023," ujar Lilik dalam acara "Kompas CEO Forum Tahun 2022" di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Pertama, meningkatkan mitigasi risiko penyebaran Covid-19, dan penguatan sistem kesehatan.

Kedua, menjaga stabilitas sosial politik dan keamanan nasional, sekaligus meningkatkan efektivitas pemerintah pusat daerah di tahun politik, dan di saat konflik internasional bereskalasi.

Ketiga, menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah resesi global dan gejolak sektor keuangan.

Keempat, mempertahankan dan mengembangkan sisi permintaan domestik maupun internasional.

Kelima, memastikan tiga input pokok pada sisi suplai tenaga kerja, bahan baku, dan energi.

Keenam, memastikan kebijakan fiskal sebagai jangkar stabilitas perekonomian, sekaligus stimulan jitu dan efektif untuk sisi permintaan dan suplai.

"Ketujuh, inovasi yang mengingatkan, sekaligus meningkatkan efisiensi berbagai lini kegiatan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah di normal baru," pungkas Lilik.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas