Tribun Bisnis

Sri Mulyani: Perlu Ada Keseimbangan Pada Tubuh UMKM, Tak Hanya Berdagang, Tapi Juga Produksi

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut ada tantangan transformasi ekonomi yang harus diupayakan.

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Sri Mulyani: Perlu Ada Keseimbangan Pada Tubuh UMKM, Tak Hanya Berdagang, Tapi Juga Produksi
TRIBUN LAMPUNG/TRIBUN LAMPUNG/DEN
Ilustrasi: Perajin menyelesaikan proses pembuatan celengan edukasi berkarakter di rumah produksi, Jalan Kepodang, Gg Asri, Langkapura, Bandar Lampung, Jumat (18/11/2022). Celengan edukasi dengan berbagai karakter anak-anak berbahan baku gypsum tersebut mampu memproduksi 200 unit per hari dan dijual Rp 5.000 sampai Rp 15.000 per unit tergantung dari paket celengan. TRIBUN LAMPUNG/DENI SAPUTRA 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut ada tantangan transformasi ekonomi yang harus diupayakan.

Hal itu ia sampaikan ketika Rapimnas KADIN, Jumat (2/12/2022).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut tantangannya adalah membawa UMKM di Indonesia lebih banyak yang melakukan produksi.

Baca juga: Genjot Permodalan UMKM Lewat KUR, Erick Thohir Bagi-bagi NIB Gratis

Itu sama seperti di negara-negara lain, dan terbukti efisien.

"Kalau negara-negara yang industrialisasinya sudah matang, UMKM nya lebih pada produksi dan mereka cukup efisien," katanya dikutip pada Senin (5/12/2022).

Menurut dia, ini adalah tantangan transformasi ekonomi yang harus terus diupayakan.

Pencipataan lapangan kerja, terutama di bidang manufaktur, tak hanya didominasi oleh perdagangan.

"Enggak ada yang salah dengan perdagangan. Karena itu adalah degup ekonomi dari sebuah perekonomian," kata Sri Mulyani.

"Namun, harus diseimbangkan dengan sisi sektor produksi agar ketahanan ekonomi Indonesia meningkat," ujarnya melanjutkan.

Menteri Koperasi UKM Teten Masduki pernah mengatakan hal serupa.

Ia memiliki keinginan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas.

Naik kelas melalui usaha produksi berbasis kreativitas.

Baca juga: Ketua PBA Kenang Sosok Ferry Mursyidan Baldan: Berkomitmen Tinggi Mengembangkan UMKM

"Jangan terus-terusan bikin keripik, akik, dan batik. Tapi, sudah mulai masuk ke produk-produk berbasis kreativitas dan inovasi teknologi," katanya dalam acara Forum Kemitraan IKM/UKM dengan BUMN dan Usaha Besar di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2022).

Naik kelas yang dimaksud Teten juga berarti UMKM mulai menjalin kerja sama bersama BUMN dan usaha besar.

Ia mencotohkan apa yang sudah dilakukan oleh negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.

Di tiga negara itu, industri otomotif, kesehatan, makanan, dan pertanian dipasok oleh koperasi dan UMKM.

"Jadi, UMKM ga lagi usaha sendiri-sendiri, tapi menjadi bagian daripada industri. Itu yang kita ingin bangun," kata Teten.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas