Tribun Bisnis

Kinerja GOTO

Asosiasi Garda: Penurunan Harga Saham GoTo Tak Berdampak Signifikan Bagi Driver Online

Dikatakan Igun, pembagian saham yang relatif rendah itu sesuai dengan kondisi para driver online yang merupakan stakeholder GoTo.

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Asosiasi Garda: Penurunan Harga Saham GoTo Tak Berdampak Signifikan Bagi Driver Online
Tribun Medan/Goklas Wisely
Driver Gojek yang tergabung dalam Solidaritas Gopatner Bersatu 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia, Igun Wicaksono menyatakan, penurunan harga saham GoTo hingga menyentuh level batas rendah atau auto reject bawah (ARB), tak berdampak signifikan bagi para driver online.

Sebab menurut dia, penerimaan saham GoTo kepada driver online itu dinilai relatif kecil atau hanya sekitar Rp 100 ribu.

"Mungkin menerimanya hanya 100 ribu rupiah, nilai rupiah pada saat dibagikan. Jadi nilai saham yang dibagikan pada poin di rupiahkan itu, 100 ribu yang diterima oleh para pengemudi Gojek," kata Igun kepada Tribunnews.com, dikutip Rabu (7/12/2022).

Baca juga: Singapura Borong Saham GOTO Saat Harganya Terpuruk

Dikatakan Igun, pembagian saham yang relatif rendah itu sesuai dengan kondisi para driver online yang merupakan stakeholder GoTo.

"Karena temen-temen ojek online ini hanya stakeholder, hanya pemegang saham, jadi dan nilai sahamnya pun dibagikan oleh GoTo itu kecil," tuturnya.

Untuk itu, Igun memaparkan, tak ada dampak signifikan yang dirasakan oleh para driver online Gojek. Kendati begitu, Igun tak menampik adanya penanaman saham GoTo oleh sebagian driver online.

"Karena nilainya kecil kali, engga terlalu diperhatikan, jadi engga ada keluhan.

Pasar saham GoTo itu, turun atau naik enggak ada keluhan bagi temen-temen Gojek itu engga berpengaruh. Kecuali mungkin mereka nanem saham besar disitu. Pasti akan pengaruh," ucapnya.

Disisi lain, Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Taha Syafaril menyampaikan, GoTo sebelumnya menawarkan saham kepada para driver online. Namun, kata dia, hanya sebagian driver yang mengambil tawaran itu.

Lanjut Ariel, para driver yang mendapat tawaran saham itu merasa kecewa, melihat pergerakan harga saham yang menurun.

Baca juga: Harga Saham GoTo Merosot, Driver Gojek Kecewa

"Kan beberapa waktu lalu driver juga di tawarin saham, sebagian mengambil sebagian engga. Nah yang kemarin mengambil saham ya tentu saat ini kecewa ya," ujar Ariel saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (7/12/2022).

Dikatakan Ariel, penurunan harga saham GoTo dinilai tak berdampak langsung bagi para driver online. Meski begitu, dia mengaku kepercayaan masyarakat menggunakan model bisnis ini disebut turut menurun.

"Tapi yang kami rasakan berkurang nya order aja. Karena masyarakat luas sudah mulai kurang percaya lagi ya dengan model bisnis ini," tuturnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas