Tribun Bisnis

Nasib KA Argo Parahyangan Jika Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telah Beroperasi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menampik adanya isu terkait pemberhentian operasional alias suntik mati Kereta Api Argo Parahiyangan

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Nasib KA Argo Parahyangan Jika Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telah Beroperasi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Rangkaian Comprehensive Inspection Train (CIT) Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) sedang memastikan rel, sistem kelistrikan dan sistem pendukung lainnya dalam kondisi prima jelang uji dinamis tidak jauh dari Depo Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (14/11/2022). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan menampilkan uji dinamis KCJB di gelaran G20 Showcase pada 16 November 2022, yang akan disaksikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden China Xi Jinping melalui telekonferensi. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menampik adanya isu terkait pemberhentian operasional alias 'suntik mati' Kereta Api (KA) Argo Parahyangan.

Munculnya kabar tersebut sejalan dengan rencana beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada pertengahan 2023.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, KA Argo Parahyangan kemungkinan tetap beroperasi dan menjadi pilihan masyarakat untuk melayani masyarakst yang hendak melakukan perjalanan menuju Bandung.

Jika disimpulkan, KA Argo Parahyangan diperuntukkan untuk penumpang kelas ekonomi. Sementara Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditujukan untuk penumpang kelas menengah dan menengah atas.

Baca juga: Suntik Mati KA Argo Parahyangan Demi Dongkrak Penumpang Kereta Cepat, Anggota DPR: Tetap Merugi

Namun menurut Arya, kepastian operasional tersebut merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan.

"Kalau untuk ekonominya, kereta Bandung (Argo Parahyangan) kan masih bisa. Nanti Kementerian Perhubungan lah yang akan menetapkan izin atau enggak izin beroperasi," ucap Arya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (6/12/2022).

"Untuk rakyat, tetap akan ada yang ekonomi. Jadi akan disesuaikan dengan kelasnya saja. Kalau ada yang bilang mengabaikan rakyat bawah, itu enggak (benar)," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arya juga mengatakan, bahwa waktu tempuh Kereta Cepat Jakarta-Bandung hanya sekitar 1 jam.

Jika dijelaskan lebih detail, dari Stasiun Halim (Jakarta) menuju Padalarang (Kabupaten Bandung) diklaim hanya ditempuh dengan waktu sekitar 40 menit.

Kemudian untuk menuju Kota Bandung dari Stasiun Padalarang, hanya ditempuh dalam kurun waktu 15 menit, dengan menggunakan KA Feeder.

"Sekarang ini (kira-kira waktu tempuh) 40 menit doang, sampai ke Padalarang. Kemudian naik feeder yang nyambung khusus pakai feeder kereta cepat. Itu paling hanya 15 menit samapai ke Kota Bandung," papar Arya.

"Hitung-hitungammya nggak sampai 1 jam sudah sampai ke Kota Bandung, kalau pakai feeder," pungkas Arya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas