Tribun Bisnis

Strategi Perusahaan Direct Selling Lawan Penyebaran Disinformasi

Sektor penjualan langsung merupakan industri yang mapan dan diatur secara ketat di banyak negara maju.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Strategi Perusahaan Direct Selling Lawan Penyebaran Disinformasi
IST
Ilustarasi. Penyebaran disinformasi dan misinformasi tentang industri penjualan langsung dan mereknya menjadi tantangan bagi perusahaan penjualan langsung atau direct selling. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyebaran disinformasi dan misinformasi tentang industri penjualan langsung dan mereknya menjadi tantangan bagi perusahaan penjualan langsung atau direct selling.

QNET, perusahaan penjualan langsung menyusun strategi melalui peluncuran Direct Selling Disinformation Center (DSDC) atau pusat disinformasi penjualan langsung.

Chief Strategy and Transformation Officer QNET Trevor Kuna mengatakan DSDC akan bekerja di seluruh industri penjualan langsung untuk memastikan praktik terbaik diikuti, termasuk transparansi, ekspektasi mitra yang realistis, serta deskripsi dan klaim produk yang akurat.

“Pada saat yang sama, DSDC akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait di pemerintahan dan badan perdagangan, serta regulator, untuk mengedukasi mereka tentang model bisnis, potensinya, dan dampaknya terhadap perekonomian,” urai Kuna dalam keterangannya, Sabtu (10/12/2022).

Baca juga: AS Danai Pembuatan Video Game untuk Didik Anak-anak Perangi Disinformasi

Menurutnya, penjualan langsung adalah industri yang mapan dan diatur secara ketat di banyak negara maju.

Di AS, misalnya, model bisnis berasal lebih dari 100 tahun yang lalu, dan diatur oleh Federal Trade Commission.

Namun, di banyak pasar negara berkembang di seluruh dunia, pertumbuhan gig economy dan munculnya model bisnis baru yang inovatif, berbeda dari perdagangan tradisional, tidak hanya tidak diatur tetapi juga sering disalahpahami.

“Tidak ada organisasi yang secara khusus didedikasikan untuk melawan disinformasi yang dapat memungkinkan operator nakal untuk menyalahgunakan industri penjualan langsung untuk keuntungan pribadi atau jalan pintas,” tutur Kuna.

DSDC dapat menjadi alat penting untuk mengatasi disinformasi dalam industri penjualan langsung di ekonomi baru dan berkembang seperti di benua Afrika, di mana penjualan langsung mengalami peningkatan distributor sebesar 18 persen tahun lalu.

Pengangguran kaum muda menimbulkan tantangan yang signifikan bagi banyak pemerintah daerah karena jumlah pekerjaan tidak dapat menampung angkatan kerja yang terus bertambah.

Kuna meyakini DSDC dapat memainkan peran kunci dalam melayani sebagai titik acuan bagi distributor baru dan yang sudah ada untuk memahami peraturan dan etika yang dijunjung tinggi oleh industri penjualan langsung di tingkat internasional.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas