Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Minyakita Langka, Tapi Pengusaha Warteg Tak Mau Naikkan Harga Menu Makanan, Ini Pilihannya

Akan tetapi sekarang MinyaKita sudah langka, kalaupun ada harganya sudah di atas dari harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 14.000/liter.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Minyakita Langka, Tapi Pengusaha Warteg Tak Mau Naikkan Harga Menu Makanan, Ini Pilihannya
Kompas/com/Xena Olivia
MinyaKita 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengusaha warung tegal (warteg) kini merasa terancam dengan semakin langkanya Minyakita.

Bagi para pengusaha warteg, Minyakita merupakan pilihan utama minyak goreng yang mereka gunakan.

Pasalnya, selain harganya murah dan sudah diakui oleh pemerintah aman digunakan.

Baca juga: Menko Luhut Beberkan Alasan Minyakita Langka dan Mahal

Akan tetapi sekarang MinyaKita sudah langka, kalaupun ada harganya sudah di atas dari harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 14.000/liter.

Tak hanya perlu menyiasati kelangkaan, pengusaha warteg perlu mengatasi lesunya daya beli masyarakat.

Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, MinyaKita langka dan mahal tidak serta merta membuat pengusaha menaikkan harga menu yang bergantung pada minyak goreng.

Hal ini lantaran sebagaian warteg masih mencatatkan omzet yang stagnan. Daya beli masyakarat yang belum tumbuh ditengarai jadi salah satu sebabnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sehingga kalau naikkan harga menu warteg akan berakibat sepi (pelanggan)," kata dia kepada Kompas.com, Selasa (7/2/2023).

Mukroni menjelaskan, MinyaKita langka harus membuat pengusaha warteg memutar otak untuk mencari jalan keluar.

Pasalnya, sebagian besar pedagang warteg telah bergantung pada minyak goreng besutan pemerintah ini.

Baca juga: Stok Langka, MinyaKita di Sukabumi Kini Dijual Rp 17.000 per Liter

"Warteg sudah sangat bergantung pada MinyaKita. Tadinya warteg memakai minyak curah yang lebih murah daripada minyak kemasan," timpal dia.

Dengan adanya kelangkaan minyak goreng MinyaKita ini, pengusaha warteg terpaksa harus beralih kembali ke minyak curah.

Pilihan ini terpaksa diambil meskipun minyak goreng curah diakui memiliki kualitas di bawah MinyaKita.

Adapun, pilihan pengusaha warteg ke minyak goreng curah nyatanya tidak serta merta mengkahiri masalah.

Baca juga: Harga Beras Premiun dan Medium Kompak Naik, MinyaKita Mengikuti

Mukroni menngungkapkan, harga minyak goreng curah justru terkerek naik karena diserbu oleh pedagang warteg.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas