Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sangkar Burung Eank Solo Terbang ke Eropa, Berkat Melek Digital dan Perbankan

UMKM Eank Solo dengan produk sangkar burung berbahan limbah paralon mampu menembus Eropa, berkat digital dan dorongan perbankan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sangkar Burung Eank Solo Terbang ke Eropa, Berkat Melek Digital dan Perbankan
TribunSolo.com/Chrysnha
Pemilik Eank Solo, Eko Alif Muryanto memamerkan sangkar burung berbahan limbah paralon 

Kok bisa terpikir limbah paralon?

Pertanyaan tersebut yang sering diutarakan siapapun orang yang pertama mengenalnya.

Jawabannya adalah berangkat dari memori iklan televisi yang sering menayangkan iklan pipa merek terkenal.

Bahkan salah satu merek pipa menyiratkan begitu besar kekuatan pipa tak hancur meski diinjak oleh gajah.

Begitulah Eko mengambil pesan dari iklan pipa di televisi untuk kemudian menjadi inspirasinya membuat sangkar burung dari paralon bekas.

Selain itu, Eko berada di lingkungan pengrajin sangkar burung berbahan kayu dan bambu yang terkenal di Tanah Air, yakni di Mojosongo.

Sangkar burung buatan Eko Alif Muryanto yang terbuat dari limbah pipa paralon.
Sangkar burung buatan Eko Alif Muryanto yang terbuat dari limbah pipa paralon. (Tribunnews.com)

Namun, menurutnya, sangkar burung kayu dan bambu tak sekuat dari bahan paralon bekas.

Rekomendasi Untuk Anda

"Banyak keluhan pembeli-pembeli, bahkan di media sosial juga banyak yang kecewa. Sangkar burung bahan kayu dan bambu risiko terhadap jamur, burung-burung ada yang mati dan kabur gara-gara sangkar rusak," ucapnya.

Hal inilah yang memantapkan Eko untuk semakin berkreasi membuat aneka model sangkar burung dari limbah paralon dan dipasarkan pada 2014.

Pencapaian Eko tak terlepas dari peran Rumah BUMN Solo, wadah pembinaan pelaku UMKM di Solo Raya yang dikelola oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Eko mengungkapkan sangat banyak manfaat yang ia dapatkan sejak bergabung pada awal 2017, awal dibentuknya Rumah BUMN Solo.

"Dulu itu tahunya jualan ya dari mulut ke mulut, kalau sangkar burung ya dari bakul ke bakul, kalau ke pasar ya ke Pasar (Hewan) Depok Solo," ungkap Eko.

Rumah BUMN Solo memberikannya pelatihan marketing online, mulai dari penggunaan Facebook pribadi untuk menjual produk, hingga pemasaran ke market place dan dorongan untuk ekspor produk.

Bisa dikatakan Eko merupakan pelaku UMKM 'angkatan pertama' yang bergabung di Rumah BUMN Solo.

"Dulu kami bahkan punya slogan kalau Rumah BUMN itu rumah kedua kami. Tiap hari posting produk di situ, ada wifi, ada PC ada laptop, kami manfaatkan," ujar pria yang pernah menggeluti usaha jual beli onderdil mobil itu.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas