Indonesia Terima Relokasi Industri Baru dari Luar Negeri, Kemenperin: Jumlahnya Cukup Besar
Indonesia masih menjadi lokasi strategis untuk investasi bisnis. Terbukti dengan adanya industri yang akan merelokasi usahanya dari negara lain
Penulis: Lita Febriani
Editor: Tiara Shelavie
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia masih menjadi lokasi strategis untuk investasi bisnis.
Terbukti dengan adanya industri yang akan merelokasi usahanya dari negara lain ke dalam negeri.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto, menyampaikan ada perusahaan yang berencana merelokasi satu industri ke Indonesia.
"Akan ada investasi baru. Saya belum bisa membicarakan ini, tapi cukup besar (industrinya). Sektornya itu yang masuk tidak hanya di sektor logam atau sektor yang besar-besar, tapi termasuk tekstil dan alas kaki," tutur Eko dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (7/5/2024).
Baca juga: Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Terkait Aset Kripto, Industri Mengedukasi Lewat Film
Dengan adanya industri baru yang masuk ke Indonesia, termasuk di dalamnya ada industri alas kaki, persaingan pasar domestik tentu akan semakin ketat.
Oleh karenanya, Kemenperin meminta industri dalam negeri juga melakukan tiga langkah penguatan agar bisa bertahan.
Eko menyatakan, industri membutuhkan tiga hal, selain dari investasi yang memang harus terus menerus dilakukan.
"Apakah itu investasi dari sisi kapital untuk improvement. Dari segi teknologinya yang harus updating. Lalu tenaga kerja yang harus memenuhi kompetensi. Minimal tiga hal ini yang bisa melahirkan industri dan produk-produk yang update, inovatif, efisien, sehingga dia bisa memenangkan pasar," ungkapnya.