Jelang Libur Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Jakarta Sudah Ramai di Enam Hari Ini
Enam hari itu adalah tiga hari sebelum tahun baru dan tiga hari setelahnya.
Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Hendra Gunawan
"Kalau harga naik, permintaan akan turun. Itu hukum ekonominya akan begitu. Harga kan pasti akan naik. Itu mau dibebankan ke mana kalau tidak dibebankan kepada harga? Kalau harga naik, orang tidak beli. Sesederhana itu," pungkas Sutrisno.
Sebagai informasi, Kementerian Pariwisata memperkirakan selama momen libur Natal 2024 dan tahun baru 2025 potensi ekonomi dari pergerakan wisatawan nusantara mencapai Rp 117,3 triliun.
Angka tersebut dengan estimasi jumlah wisnus pada Desember 2024 sebesar 78,2 juta perjalanan.
Sementara untuk potensi ekonomi dari pergerakan wisatawan mancanegara diproyeksi mencapai Rp22,55 miliar – Rp29,2 miliar. Dengan perkiraan optimis mencapai 1,02 juta -1,325 juta di bulan Desember 2024.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat secara nasional pada masa Natal 2024 dan tahun baru 2025 masih terpusat di Pulau Jawa dengan rincian yakni Jawa Tengah 17,1 persen, D.I. Yogyakarta sebesar 15,77 persen.
Kemudian, Jawa Barat 11,78 persen, Jabodetabek 10,34 persen, dan Jawa Timur sebesar 8,85 persen. Kemudian disusul Sumatera Utara 5,7 persen, Bali 5,55 persen, Sumatra Barat 3,26 persen, Lampung 3,08 persen, dan Sulawesi Selatan 2,66 persen.
Adapun atraksi wisata yang paling dominan dikunjungi oleh wisatawan yakni daerah pantai, danau, laut sebesar 58,6 persen, kemudian pusat kuliner sebesar 54,8 persen, pegunungan atau perbukitan sebesar 50 persen, kebun binatang dan taman rekreasi 33,9 persen, dan desa wisata 28,4 persen.