Reshuffle Kabinet Merah Putih, Sri Mulyani Diganti Setelah 2 Kali Diisukan Mundur?
Sri Mulyani telah dua kali diisukan mundur dari Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025).
Perombakan susunan Kabinet Merah Putih disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia menyebut, posisi pejabat negara yang dilakukan perubahan ada di lima kementerian.
Baca juga: BREAKING NEWS Reshuffle Kabinet Prabowo: Lima Menteri Diganti, Kementerian Haji dan Umrah Dibentuk
"Pertama, Kementerian Koordinator Politik dan Kemananan. Kedua, Kementerian Keuangan. Ketiga, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Keempat, Kementerian Koperasi. Kelima, Kementerian Pemuda dan Olahraga," ujar Prasetyo.
Dua Kali Diisukan Mundur
Sri Mulyani telah dua kali diisukan mundur dari Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.
Isu mundurnya Sri Mulyani pertama terjadi pada pertengahan Maret 2025, di mana kabar ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok.
Untuk menahan anjloknya indeks, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sampai menyambangi gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Dasco menyatakan kalau Sri Mulyani tidak akan mundur dari jabatan Menkeu.
"Mengenai Bu Sri Mulyani, saya pastikan bahwa Bu Sri Mulyani tidak akan mundur," kata Dasco saat itu di gedung BEI.
Dasco memastikan kalau keuangan atau fiskal Republik Indonesia masih kuat meski IHSG anjlok.
"Dan fiskal kita kuat," tandas dia.
Dasco waktu itu, didampingi Ketua Komisi XI DPR Misbakhun, dan perwakilan Komisi XI yakni Mohamad Hekal, Wihadi Wiyanto, Putri Komarudin dan Fauzi Amro.
Kedatangan anggota parlemen disambut sejumlah direksi bursa seperti Direktur Utama BEI Iman Rachman dan Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffry Hendrik.
Misbakhun mengatakan kunjungannya kali ini untuk membuat respons positif terhadap pergerakan indeks, yang pada akhirnya tidak menyebabkan kepanikan.
Baca tanpa iklan