Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Teknologi CCUS Berperan Kurangi Emisi Karbon Tapi Butuh Keselarasan Regulasi

Teknologi CCUS semakin diakui sebagai salah satu solusi paling krusial dalam mempercepat transisi menuju net zero emission di Asia-Pasifik.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Teknologi CCUS Berperan Kurangi Emisi Karbon Tapi Butuh Keselarasan Regulasi
handout
KURANGI EMISI KARBON - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM Laode Sulaeman bersama Menteri/Wakil Kepala Perwakilan Jepang untuk ASEAN Kazuo Chujo, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, dan Presiden, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) Tetsuya Watanabe di Jakarta, Kamis (11/9/2025). 

Asia CCUS Network Jadi Platform Kolaborasi

Sejak didirikan pada 2021, Asia CCUS Network (ACN) telah aktif menjadi wadah bagi pemerintah, industri, dan akademisi untuk mendorong kerja sama regional. Upaya ACN mencakup pemetaan potensi penyimpanan CO₂, pembiayaan proyek, hingga pengembangan rantai nilai karbon lintas negara.

Dengan komitmen negara anggota seperti Indonesia dan Jepang, ACN dipandang sebagai platform penting untuk mempercepat adopsi CCUS di kawasan Asia.

CCUS dipandang bukan hanya sebagai teknologi penangkap karbon, tetapi juga sebagai pilar transisi energi.

Dengan dukungan kebijakan, investasi, dan riset bersama, CCS/CCUS berpotensi menjadi penggerak utama Asia-Pasifik dalam mencapai target net zero secara berkelanjutan.

Kolaborasi regional di bidang ini bukan hanya akan menekan emisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui investasi hijau, inovasi teknologi, hingga terbentuknya pasar karbon lintas negara.

 

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas