Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Transformasi: Jalan Sehat Menuju Keberlanjutan Industri Keuangan

AI mampu mempercepat validasi dokumen, menganalisis pola anomali, serta mengidentifikasi indikasi penipuan secara otomatis.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sanusi
zoom-in Transformasi: Jalan Sehat Menuju Keberlanjutan Industri Keuangan
Kontan/Carolus Agus Waluyo
INDUSTRI KEUANGAN - Dalam satu dekade terakhir, Indonesia menyaksikan dan mengalami percepatan besar-besaran pada sektor e-commerce, transportasi digital, InsureTech, investasi dan keuangan. 

Transformasi digital tidak berdiri sendiri di industri keuangan. Sektor lain seperti transportasi digital dan e-commerce telah lebih dulu menunjukkan dampak nyata. Dalam laporan e-Conomy SEA 2024, video commerce kini menyumbang 20 ?ri total GMV e-commerce, naik signifikan dari kurang dari 5 % pada 2022.

Transportasi dan layanan pengantaran gabungan tercatat tumbuh sekitar 13% YoY hingga mencapai GMV ~US$9 miliar pada 2024 di Indonesia. Perbankan juga telah menunjukkan kemampuan adaptasi lewat pengembangan aplikasi finansial digital (super app) dan integrasi layanan multi-dimensi.

Menatap Masa Depan: Transformasi sebagai Ukuran Kesehatan Korporasi

Transformasi bukanlah proses sementara, melainkan strategi jangka panjang yang dilakukan secara konsisten untuk menjaga ketahanan dan kepercayaan publik terhadap industri. Perusahaan keuangan dan asuransi harus bersedia mentransformasi secara menyeluruh, menggabungkan data, AI, inovasi produk, dan governance yang kuat, demi pertumbuhan yang sehat dan terpercaya.

Dengan penetrasi asuransi yang masih berkisar antara 2,7% sampai 2,8% per 2024–2025, ruang tumbuh masih sangat luas. Namun, pertumbuhan itu hanya dapat direalisasikan jika kepercayaan, tata kelola, dan integritas menjadi pondasi transformasi.

Di era dimana konsumen bisa melihat kesalahan perusahaan melalui media sosial, satu hal menjadi pasti: Yang bertahan bukanlah yang paling besar atau paling berteknologi tinggi, melainkan yang paling akuntabel, adaptif, dan dipercaya.

Sebab, di era digital ini, satu hal menjadi pasti: Yang bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling akuntabel, adaptif, dan dipercaya.
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas