Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pemerintah Evaluasi Bandara yang Mangkrak agar Beroperasi Optimal

Pemerintah tengah mengevaluasi sejumlah bandara yang telah dibangun, tetapi belum beroperasi secara optimal, alias mangkrak.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pemerintah Evaluasi Bandara yang Mangkrak agar Beroperasi Optimal
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
SEPI PENERBANGAN - Suasana Bandara Dhoho, Kediri, Jawa Timur, Jumat (5/4/2024). Bandara Dhoho Kediri sepi dari aktivitas penerbangan selama berbulan-bulan setelah Citilink menghentikan rute penerbangan Jakarta-Kediri di Juni 2025. Bandara ini dijadwalkan akan kembali melayani penerbangan reguler Super Air Jet Jakarta-Kediri 3 kali sepekan mulai 10 November 2025. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ) 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah tengah mengevaluasi sejumlah bandara yang telah dibangun, tetapi belum beroperasi secara optimal, alias mangkrak.

Bandara-bandara mangkrak tersebut banyak terdapat di Pulau Jawa seperti Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, Bandara Ngloram di Blora, Jawa Tengah, serta Bandara Jenderal Soedirman di Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, hingga Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap evaluasi bandara-bandara mangkrak tersebut atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Bandara yang belum beroperasi optimal diminta untuk segera dimanfaatkan agar mampu mendorong produktivitas daerah.

"Saya cukup intensif berkomunikasi, berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan," kata AHY dikutip dari siaran pers, Jumat (31/10/2025).

AHY menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur tidak berdiri sendiri tanpa dukungan konektivitas dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bicara interkonektivitas antardaerah ini memang penting dan ingat kita tidak bisa hanya berbicara Jawa saja. Kita bukan Jawa-sentris, tapi kita memikirkan Aceh hingga Papua,” ujar AHY.

Ia mengatakan, pemerintah saat ini melakukan sinkronisasi lintas sektor agar setiap bandara yang telah dibangun bisa diintegrasikan dengan pusat kegiatan ekonomi, pariwisata, dan logistik di daerahnya masing-masing.

"Kita berharap ini bisa juga kita kawal bandara yang belum terlalu optimal agar dapat dioptimalkan, termasuk arahan Presiden," ucap AHY.

"Bagaimana bandara-bandara itu kalau tergelar dengan baik, maka bisa juga meningkatkan sektor pariwisata,” sambungnya.

Ketua Umum Partai Demokrat itu menegaskan penguatan bandara bukan hanya soal moda transportasi, melainkan strategi memperkuat daya saing ekonomi lokal.

Baca juga: Bandara Kertajati Bakal Dijadikan Pusat Perawatan dan Perbaikan Helikopter hingga Pesawat

“Ini penting, wisatawan yang diharapkan dapat membangun sektor pariwisata, baik mancanegara maupun domestik, juga bisa memutar ekonomi lokal termasuk UMKM dan ekonomi kreatif,” kata AHY.

Sebelumnya, AHY sempat menyoroti keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang disebut dengan “in the middle of nowhere" atau lokasinya yang ada di antah berantah.

AHY menjelaskan bahwa istilah itu ia ungkap bukan sebagai kritik, tetapi mendorong agar pembangunan infrastruktur di Indonesia benar-benar terintegrasi dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca juga: Super Air Jet Buka Rute Baru Jakarta-Kediri Mulai 10 November 2025

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas